5 Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai

Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Menurut sarjana-sarjana Barat, seperti Snouck Hurgronje, J. P. Moquette dan J. L. Moens bahwa Kerajaan Samudera Pasai berdiri pada pertengahan abad ke-13.

Kerajaan ini didirikan oleh Laksamana Islam dari Mesir bernama Nazimudin Al-Kamil tahun 1283. Kemudian penguasa pertama kerajaan ini adalah Marah Silu dengan gelar Sultan Malik as Saleh.

Sumber sejarah yang dapat dipakai untuk mengetahui Samudera Pasai adalah Inkripsi pada nisan makam Sultan Malik al-Shaleh, Berita Asing dari Marco Polo dan Ibnu Batutah, Kronik Raja Pasai.

Berikut terdapat beberapa peninggalan Kerajaan Samudera Pasai antara lain:

1. Stempel Kerajaan Samudera Pasai

Stempel Kerajaan Samudera Pasai ditemukan di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Stempel ini diduga milik Sultan Muhammad Malikul Tahir oleh Tim peneliti Sejarah Kerajaan Islam.

2. Cakra Donya

Cakra Donya merupakan lonceng yang berbentuk stupa. Lonceng ini dibuat di negeri Cina pada tahun 1409 M. Lonceng tersebut berukuran tinggi 125 cm dan lebarnya 75 cm.

3. Naskah Surat Sultan Zainal Abidin

Naskah Surat Sultan Zainal Abidin, surat ini merupakan tulisan dari Sultan Zainal Abidin pada tahun 923 H atau 1518 M, naskah ini ditujukan kepada Kapitan Moran.

4. Makam Kerajaan

Makam ini bersejarah usia lebih 500 tahun. Batu nisan peninggalan kerajaan Samudera Pasai dibuat dengan cara memahat batu dengan berbagai corak ukiran, pahatan batu dapat dibedakan antara nisan pria dan nisan wanita. (Hurgronje 1985)

Pemerintah telah menetapkan Kecamatan Samudera Pasai sebagai kawasan inti dari Situs Cagar Budaya. Disana terdapat pemakaman dari raja-raja Samudera Pasai yang terbagi dalam tida periode yaitu komplek Pemakaman Malikussaleh, periode kedua yaitu komplek pemakaman Ratu Nahrasiyah dan periode ketiga komplek pemakaman Bate Bale.

Baca Juga  Sejarah Berdirinya Kerajaan Perlak dan Pidie

Pada batu nisan tertulis inkripsi berupa nama, tahun kematian, sebagian menerangkan tentang tokoh dari pemilik kubiur dan sebagian lainnya tertulis ayat Al-Quran.

Beberapa pemakaman lainnya sudah tidak utuh dan pada bagian nama banyak yang hilang sehingga tidak dapat mengetahui pemilik dari makam.

5. Mata Uang

Kusmiati (1977) mengungkapkan pada tahun 1973 telah ditemukan mata uang dirham yang terbuat dari emas memuat nama-nama dari Raja-raja di antaranya Sultan Malikul Zahir, Sultan Ahmad dan Sultan Abdullah.

Raja ini adalah raja yang memerintah di kerajaan Samudera Pasai pada abad ke-14 hingga ke-15 dah ditemukan pula mata uang terbuat dari timah.