Apa Itu Marxisme?, Sebuah Pengertian Singkat

Apa Itu Marxisme

Marxisme, atau Sosialisme Ilmiah, merupakan pandangan yang dikemukakan oleh Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895).

Secara keseluruhan, pandangan ini menyediakan dasar teoritis dalam rangka legitimasi perjuangan kelas pekerja untuk mencapai bentuk masyarakat yang lebih agung – sosialisme. (Sewell, 2018)

Pandangan ekonomik Marx merupakan hasil pandangan ekonomi klasik Britania, dengan mengubah satu-satunya dasar penggeraknya.

Para ekonom klasik dipandang lebih condong dan mensejahterakan para kaum kapitalis, tanpa mempedulikan pekerja dan upah.

Di sini Marx seolah-olah memeras otak untuk mewakili para buruh proletar untuk melakukan gerakan revolusi baru, dan Marx selalu bersandar pada kebenaran ilmiah. (Rusell, 2020: 1020)

Marx menggunakan metodologi sejarah dan juga filsafat dalam rangka membentuk sebuah teori yang dapat membawa pada perubahan/ revolusi, dengan ini diharapkan ada perkembangan dalam masyarakat yang menuju suatu keadaan di mana ada keadilan sosial.

Menurut Marx, apbila masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasa/ kelas tertinggi akan tertimbun segala kekuatan dan kekayaan.

Hukum perubahan sangat berperan dalam sejarah, keadaan dapat diubah melalui revolusi maupun tidak. Namun, Marx menegaskan bahwa selama masih ada kelas yang berkuasa, maka akan terjadi penindasan terhadap kelas yang lemas/ proletar.

Dengan ini menjadi hal yang wajar apabila timbul ketegangan antara kelas-kelas tersebut, ketegangan akan berakhir apabila kelas proletar menang, sehingga terjadilah masyarakat tanpa kelas. (Astuti, 2015: 16)

Gagasan-gagasan Marxis pada dasarnya telah dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman kelas buruh dalam sejarah, gagasan-gagasan fundamentalnya tetap berdiri teguh, dan selalu setia untuk Gerakan Buruh masa kini.

Pada awalnya, selama dan sesudah masa hidup Marx dan Engels tidak ada teori yang lebih baik, lebih terang-terangan dan lebih ilmiah yang pernah dikembangkan untuk menjelaskan pergerakan masyarakat dan peran kelas buruh dalam gerakan itu.

Baca Juga  Aksi Spionase Australia terhadap Indonesia pada Tahun 2009

Pengetahuan Marxisme, oleh karenanya, membekali kaum proletariat secara teoritis demi tugas bersejarah yang besar, yaitu perubahan masyarakat yang Sosialis.

Teori-teori Marxisme secara keseluruhan fokus pada pemahaman bagi para buruh yang berpikir, sebuah umpan yang dapat menuntun melalui sebuah labirin yang banyak kejadian-kejadian yang membingungkan, proses-proses masyarakat, ekonomi, pertentangan kelas, dan politik yang rumit.

Dapat dianalogikan, teori Marxisme adalah merupakan sebuah pedang yang dibawa kaum buruh sebagai alat untuk memotong simpul yang mengikatnya pada halangan paling besar untuk memajukan dirinya serta kelasnya.