Apakah Christian Snouck Hurgronje Masuk Islam?

Biografi Christian Snouck Hurgronje

Asumsi ini muncul karena kelihaian Snouck hingga berhasil menyusup masuk dan beraktifitas bebas di kota suci mekkah. Saat tinggal di Jedah, ia berkenalan dengan dua orang indonesia yaitu Raden Abu Bakar Jayadiningrat dan Haji Hasan Musthafa. Dari mereka berdua, Snouck belajar bahasa melayu dan mulai bergaul dengan para jemaah dari Indonesia untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan.

Pada saat itu pula, ia menyatakan ke-Islamannya dan mengucap Syahadat di depan khalayak dengan memakai nama “Abdul Ghaffar”. Snouck menetap di Mekah selama selama enam bulan dan disambut hangat oleh Ulama besar Mekkah, yaitu, Waliyul Hijaz. Ia lalu kembali ke negaranya pada tahun 1885.         

Dari selubung “keislaman palsunya”, ketika bertugas di Indonesia, Snouck melangsungkan perkawinan dengan anak tunggal penghulu Besar Ciamis Raden Haji Muhammad Ta’ib bernama Sangkana di usia 33 tahun atas desakan istri Bupati Ciamis Raden Ajoe Lasminakusuma, maka berlangsunglah perkawinan itu secara Islam dan melahirkan empat orang anak yaitu Salamah, Umar, Aminah, dan Ibrahim.

Pada tahun 1898 setelah istrinya meninggal karena keguguran melahirkan anak kelimanya, Snouck menikah lagi dengan siti Sadiyah, putri Wakil Penghulu Bandung, Haji Muhammad Soe’eb yang dikenal Kalipah Apo (w.1922). perkawinan ini diurus oleh penghulu Bandung Haji Hasan Mustapha, sementara itu Snouck berusia 41 tahun.

Anak dari pernikahannya ini bernama Radn Yusuf. Dikarenakan kedua perkawinan ini berlawanan dengan moral Eropa yang berdasarkan pemisahan etnik, perkawinan keduaya pun tiak diakui dan selanjutnya ia menikah dengan Ida Marias, seorang putri Dr. A.J. Oort, pensiunan pendeta liberal di Zutphen. Terlahirlah seorang anak perempuan bernama Chrisrien, perkawinan itu berlangsun sampai Snock meninggal dunia pada tanggal 26 juni 1936.

Baca Juga  Geger Pecinan: Awal Runtuhnya Keraton Kartasura dan Lahirnya Kota Surakarta

Selama di Saudi, Snouck Memperoleh data-data penting dan strategi bagi kepentingan pemerintah penjajah. Informasi itu ia dapatkan dengan mudah karena tokoh-tokoh Indonesia berkirim surat dengan Snouck yang isinya menyebutkan “karena Anda telah menyatakan masuk Islam di hadapan orang banyak dan ulama-ulama Mekkah telah mengakui ke-Islaman Anda”.

Seluruh aktifitas Snouck selama di Saudi tercatat dalam dokumen-dokumen di Universitas Leiden, Belanda. Kesempatan ini digunakan olehnya untuk memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh yang berasal dari Aceh yang menetap di negeri Hijaz saat itu. Snouck kemudian menawarkan diri pada pemerintahan Belanda untuk ditugaskan di Aceh. Saat itu perang Aceh dan Belanda mulai berkecamuk. Snouck masih terus melakukan surat menyeurat dengan ulama asal Aceh di Mekkah.

Setelah jati diri, spionase dan dugaan kriminalnya dalam pembunuhan orang Prancis untuk mendapatkan benda ukiran terendus, akhirnya Snouck diusir dari Mekkah. Tentang ke-Islamanya Snouck pernah berkomentar dingin tanpa dosa: “saya masuk Islam hanya pura-pura, inilah satu-satunya jalan agar saya bisa diterima masyarakat indonesia yang fanatik”.

Snouck tiba di Jakarta pada tahun 1889. Jendral Benaker Hourdec menyiapkan asisten-asisten untuk mejadi pemantunya. Seorang diantanya adalah warga keturunan Arab, yaitu sayyid Utsman Yahya Ibn Aqil al alawi. Ia adalah penasihat pemerintah Belanda dalam urusan Islam dan kaum Muslimin. Selain itu, ia juga dibantu sahabat lamanya ketika di Mekkah, Haji Hasan Musthafa yang diberi posisi sebagai penasehat  untuk wilayah jawa barat. Snouck sendiri memegang jabatan sebagai penasehat resmi pemerintah penjajah Belanda dalam bidang Bahasa Timur dan Fiqh Islam. Jabatan ini masih dipegang nya hingga setelah kembali ke Belanda pada tahun 1906.

Sumber:

Abdurrahman Badawi, 2003. Mausu’ah al-mustasyrikin. Ter. Ensiklopedi Tokoh Orientalis oleh Amroeni Drajad. Yogyakarta: Lkis Yogyakarta. Hal.185-186.

Baca Juga  Simbol Bulan Sabit dan Kaitannya dengan Peradaban Islam

Hasmi, Menelusuri Jejajk Berdarah Christian Snouck Hurgronje dalamhttp://www.hasmi.org/menelusuri-jejak-berdarah-christiaan-snouck-hurgronje.html. Diakses pada 21 februari 2020.