sejarah rempah-rempah

Eksotisme Rempah-Rempah: Aroma yang Menggerakkan Peradaban Dunia

Rempah-rempah menjadi salah satu produk yang memiliki andil besar dalam jalannya arus perubahan sejarah umat manusia. Khasiatnya, keglamorannya dan misteri yang menyelimutinya bahkan telah berhasil melayarkan sekian banyak kapal para penjelajah Eropa untuk mengarungi samudra guna menemukan tempat asal rempah-rempah tersebut.

Sejarah Kaum Mu’tazilah, Pelopor Rasionalisme Islam

Ciri khas kaum mu'tazilah adalah penekanan mereka pada penggunaan akal atau rasionalisme dalam beragama, terutama dalam memberikan penafsiran terhadap hubungan manusia dengan Allah.

Garis Imajiner Yogyakarta: Gunung Merapi

Gunung Merapi melambangkan tempat terakhir dan tertinggi jiwa manusia akan bersemayam yang dalam hal ini adalah nirwana atau surga. Selain itu juga Gunung Merapi yang berelemen api memiliki filosofi sebagai ayah yang mempunyai sifat menjaga dan melindungi.

Representasi Film Hotel Rwanda terhadap Genosida di Rwanda 1994

Film Hotel Rwanda menggambarkan apa yang terjadi di Rwanda pada kurun waktu 1994. Film ini diangkat dari kisah nyata Paul Rusebagina.
Tugu Golong Gilig

Garis Imajiner Yogyakarta: Tugu Golong Gilig

keberadaan Tugu Golong Gilig ini sangat penting karena sebagai simbol kebersamaan dan persatuan antara Raja (Golong) dan rakyat (Gilig) yang bersama-sama bahu-membahu saling bersinergi untuk membangun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat
kepercayaan suku aborogin

Kepercayaan Suku Aborigin sebelum Kedatangan Bangsa Inggris

Sebelum kontak dengan bangsa Inggris pada abad ke-18, Aborigin memiliki kepercayaannya sendiri. Dalam kehidupan tradisional Aborigin, mereka sangat dipengaruhi oleh dreamtime. Dreamtime adalah suatu kepercayaan Aborigin mengenai periode ketika nenek moyang mereka menciptakan dunia dan isinya seperti flora, fauna, manusia, hukum, musim, adat, nyanyian, upacara.
Kraton Jogja

Garis Imajiner Yogyakarta: Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memiliki filosofi yang dalam. Hal ini dimulai dari tempat-tempat yang berhubungan dengan Garis Imajiner Yogyakarta sebelumnya yakni Pantai Parangkusumo dan Panggung Krapyak yang mana dari Pantai Parangkusumo sampai Panggung Krapyak melambangkan hubungan suami dan istri yang kemudian menjadi benih, lalu dilanjutkan dari Panggung Krapyak sampai Alun-alun Selatan yang melambangkan fase kelahiran manusia.
Politik apartheid di Afrika Selatan

Lika-Liku Politik Apartheid di Afrika Selatan (1948-1994)

Pemisahan rasial di Afrika Selatan sudah dimulai setelah Perang Boer (1899-1902) dan benar –benar muncul pada awal tahun 1900-an. Orang – orang Eropa di Afrika Selatan membentuk suatu struktur politik negara yang baru, ketika Uni Afrika Selatan dibentuk pada tahun 1910 dibawah kendali Inggris. Sejak awal pembentukan struktur politik negara tindakan diskriminasi ini sudah dilakukan. Pada tahun 1948 diadakan pemilu di Afrika Selatan. Pada waktu itu Partai Nasional Apartheid diperkenalkan pada masyarakat hal ini sebagai suatu bagian dari kampanye mereka. Pemilu itu dimenangkan oleh Partai Nasional Apartheid. Dengan kemenangan Partai Nasional Apartheid, mereka menjadikan Apartheid sebagai kebijakan politik di Afrika Selatan sampai awal 1990-an.
rugby afrika selatan

Dengan Olahraga Afrika Selatan Mengubah Pandangan Dunia

Karena ketenaran Rugby, Nelson Mandela ingin melakukan perubahan terhadap rugby. Ia ingin menjadikan permainan rugby sebagai permainan tanpa memandang kelas dan ras. Akhirnya tujuan Nelson Mandela pun terwujud, semua golongan masyarakat antusias dan semangat, tidak ada yang peduli lagi dengan perbedaan warna kulit. Bahkan pada Piala Dunia Rugby tahun 1995, tim Afrika Selatan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan tim All Blacks dari Selandia Baru dalam laga final di stadion Ellis Park, Johannesburg, Afrika Selatan.
sejarah gerakan kepanduan

Sisi Lain Perang Boer II: Cikal Bakal Gerakan Kapanduan

Berkat Perang Boer II dan pembelajaran untuk bertahan hidup di alam liar yang didapat dari kawannya, Fredrick Russel Burnham yang merupakan Perwira Pasukan Kerajaan Inggris asal Amerika Serikat selama di Afrika, Boden Powell terinspirasi untuk memberntuk anak-anak Inggris seperti anak-anak di Afrika dalam Perang Boer II dan Perang di Buluwayo, Zimbabwe. Oleh karenanya setelah tugasnya di Afrika selesai, Boden Powell kemudian menulis buku yang isinya tentang kepanduan dan militer serta pengalamannya ketika di Mafeking, Afrika Selatan saat mengerahkan anak-anak dalam Pertempuran Boer II sebagai Cadetcorps.