Dampak Positif dan Negatif Sistem Pemerintahan Daendels

Dampak Positif dan Negatif Sistem Pemerintahan Daendels

Herman Willem Daendels telah mengubah sistem pemerintahan yang awalnya tradisional menjadi sistem pemeritahan rasa Eropa.

Pulau Jawa telah dipecah menjadi sembilan karisidenan, kabupaten yang di mana para bupati diberikan gaji tetap dan dilarang untuk meminta upeti kepada rakyat.

Hal ini berdampak terhadap kewibawaan para bupati dihadapan para rakyatnya menjadi rendah, karena para Bupati harus tunduk dan patuh kepada pemerintahan.

Hal tersebut yang menjadikan rakyat sangat menderita dikarenakan harus wajib membayar pajak-pajak pemerintah dan juga mereka terpaksa mengikuti kerja rodi dalam pelaksanaan pembangunan Jalan Raya Pos.

Di dalam menjalankan tugasnya yaitu pembuatan Jalan Raya Pos mereka para rakyat hanya dibayar dengan sedikit upah atau bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali.

Akibatnya b,anyak rakyat yang kehilangan nyawanya akibat kelelahan, kecapekan, kelaparan hingga terkena penyakit seperti malaria.

Dengan keadaan seperti itu, rakyat juga harus menyerahkan hasil buminya kepada pemerintahan dengan harga yang sangat murah, sehingga hal ini cukup menguntungkan bagi pemerintah, sebaliknya menjadi dampak buruk bagi semua rakyatnya menjadi sangat menderita.

Tidak hanya itu, pemerintahan kolonial juga memonopoli bahan pangan yang ada di Indonesia seperti beras dan diadakannya system pajak hasil bumi atau contingenten dan sistem penyerahan wajib atau veplichte leverantie yang sangat menjadikan para petani dan pemilik tanah sangat merugi dan menderita.

Selain dampak negatif yang telah disebutkan sebelumnya, ternyata pemerintahan Daendels ini memiliki beberapa dampak yang positif juga.

Yaitu pertama dibanggunya Jalan Raya Pos Anyer sampai Panarukan sepanjang pesisir utara Pulau jawa.

Kedua, dibangunnya juga beberapa fasilitas dan infrastruktur militer seperti sekolah, rumah sakit, barak, dan benteng pertahanan untuk melindungi Pulau Jawa dari serangan.

Baca Juga  Kebijakan Sistem Sewa Tanah Masa Pemerintahan Raffles

Ketiga yaitu adanya pabrik mesiu yang didirikan bersama persenjataan dan alat-alat perang di Surabaya dan daerah Semarang.

Dan yang terakhir yaitu berkurangnya korupsi di kalangan pegawai dan pejabat pemerintah karena kebijakan dari Daendels sendiri yang mana dirinya juga ikut terlibat dalam korupsi dan penyelewengan dana negara.