Dari Bawah Tanah Paman Sam: Jalan Damai Pembebasan Budak oleh Gerakan Underground Railroad (1810-1850)

sejarah underground railroad

Jauh sebelum terjadinya Perang Saudara di Amerika Serikat, sebenarnya pertentangan antara wilayah Amerika Serikat yang berada di bagian sebelah Utara dan bagian Selatan mengenai penghapusan sistem perbudakan sudah lama terjadi. Wilayah Utara menghendaki adanya penghapusan perbudakan, namun di wilayah Selatan masih menghendaki adanya perbudakan. Perbedaan kedua wilayah ini terjadi dan semakin memanas sejak dicetuskannya Declaration of Independent oleh George Washington dan dikumandangkan sebagai bukti kemerdekaan Amerika Serikat, dengan ini menandakan bahwa berbagai macam tindakan yang dianggap tidak manusiawi mulai gencar di hapuskan, salah satunya adalah sistem perbudakan. Namun terdapat perbedaan letak geografis yang membuat perbudakan ini sangat sulit untuk dihilangkan, dimana Amerika di bagian Utara sangat tandus sehingga penduduknya bertahan hidup melalui bidang industri, sementara wilayah yang berada di Amerika bagian Selatan sangat subur sehingga mereka bertahan dengan pertanian, hubungan tidak seimbang antara kelas penanam di selatan dan borjuasi industri ini yang membuat perbedaan pemahaman tentang perbudakan. Selain itu adanya produksi kapas di Amerika sebelah Selatan menjadi faktor penting bahwa Amerika di bagian Selatan akan tetap mempertahankan perbudakan dikarenakan mereka membutuhkan tenaga lebih untuk mengerjakan pertanian kapas.

Sebelum pertentangan ini diselesaikan melalui jalur pertempuran saudara yang terjadi di tahun 1861-1865, sebenarnya ada upaya penyelesaian melalui jalur damai yang kurang mendapatkan sorotan dalam pandangan sejarah dunia yaitu melalui gerakan terorganisir yang disebut dengan nama Underground Railroad, yang merupakan jaringan yang berada di sebalah Utara Amerika Serikat yang beranggotakan campuran antara Afrika-Amerika (kulit hitam) dan Amerika (kulit putih), yang berusaha untuk menyelamatkan para budak di wilayah Selatan dengan cara membeli mereka dari tuan-tuan mereka di Selatan yang kemudian melepaskan para budak tadi menjadi orang yang merdeka. Namun budak yang sudah merdeka ketika mereka berhasil ditangkap lagi oleh tuan mereka maka status mereka akan menjadi budak lagi, cara ini dimanfaatkan oleh penduduk Amerika bagian Selatan untuk memperkaya diri, mengetahui kejadian tersebut maka Underground Railroad mengganti strategi mereka dalam membebaskan budak. Tanggal pasti organisasi ini terbentuk hingga sekarang tidak diketahui secara pasti, namun organisasi ini mulai berkembang pesat pada tahun 1810 di bawah kepemimpinan Isaac T. Hopper.

Dalam menjalankan aksinya Underground Railroad mendapatkan bantuan dari mantan anggota Quaker Abolitionists yang bernama Frederick Douglas yang nantinya akan menjadi pemimpin Underground Railroad bersama Harriet Tubman. Douglas ini mendirikan sebuah jaringan di daerah Philadelphia yang berfungsi untuk membantu para budak melarikan diri, dengan cara menyusupkan para budak ke dalam kereta-kereta barang yang menuju ke daerah Amerika Utara, dimana ketika di perjalanan nanti akan segera dijemput oleh anggota dari Underground Railroad. Pada saat yang bersamaan mantan anggota Quaker Abolitionists yang berada di Carolina Utara membangun tempat persembunyian di Carolina Utara untuk tempat berlindung bagi budak atau anggota Underground Railroad dari kejaran warga Amerika wilayah Selatan. Mengetahui gerakan pembebasan budak semakin sukses dari hari ke hari membuat pihak Gereja Episkopal Methodis Afrika menawarkan tempat perlindungan diri kepada para budak dan anggota Underground Railroad bahkan bukan hanya sekedar tempat tinggal namun juga persediaan makanan dan kebutuhan keseharian yang lain pada tahun 1816.

Namun dalam usaha membebaskan budak ini tidak mudah, dikarenakan harus ada kemauan dan usaha yang keras dari budak itu sendiri untuk melarikan diri dari tuannya. Karena anggota Underground Railroad ini tidak mendatangi rumah masing-masing pemilik budak kemudian mengambil budaknya secara diam-diam, melainkan hanya membantu usaha melarikan diri seorang budak, yang nanti mereka akan memberikan tempat tinggal dan bahan makan serta mencarikan daerah kepada para budak yang aman untuk ditinggali. Jadi keinginan dari dalam diri setiap budak untuk merdeka itu sangat menentukan sukses atau tidaknya misi pelarian diri ini. Ada beragam cara yang dilakukan budak untuk melarikan diri dari tuannya, ada yang melakukan perjalanan di malam hari, cara ini banyak dipilih oleh para budak untuk memastikan keselamatan hidup mereka. Kemudian ada yang melakukan pemberontakan dengan membunuh tuannya terlebih dahulu kemudian baru melakukan pelarian dan cara yang ada juga dengan cara menyandera anak dari tuannya, yang nanti apabila para budak sudah berada bersama Underground Railroad maka anak dari tuannya akan dikembalikan, namun ada juga yang diasuh oleh para budak hingga dewasa.

Baca Juga  Strategi Dakwah Islam yang Dilakukan Walisongo

Underground Railroad terdiri dari jaringan orang-orang dan tempat-tempat yang membantu para budak di wilayah Amerika bagian selatan melarikan diri mereka dari perbudakan dengan membebaskan mereka menjadi warga Amerika yang merdeka seutuhnya. Underground Railroad bukan suatu sistem nasional yang berkembang diwilayah Amerika bagian utara, organisasi ini juga bukan merupakan organisasi yang dibentuk oleh pemimpin Amerika bagian utara kemudian diwakilkan oleh orang-orang tertentu untuk menjalankan organisasi ini, Underground Railroad juga bukan serangkaian jalur acak yang akan diikuti budak secara pasif dan tidak menentu begitu saja.

John Michael Vlach mengatakan bahwa para budak tidak disembunyikan dalam terowongan yang rumit, sulit dan kumuh atau tempat rahasia yang tidak layak huni seperti yang tertulis dalam beberapa buku, itu hanya imajinasi dari pengarang buku tersebut. Namun tempat rahasia yang dimaksud adalah di dalam rumah, lumbung dan gereja yang sudah disediakan oleh anggota Underground Railroad dan juga orang-orang biasa yang ingin ikut membantu karena rasa kasihan. Dalam melakukan pelarian ini setelah sampai di tempat rahasia para budak akan dikelompokkan menuju kota mana saja di bagian Utara Amerika yang akan dituju kemudian mereka akan dipandu oleh satu orang dari anggota Underground Railroad. Pelarian ditempuh dengan berbagai macam cara yaitu adalah dengan berjalan kaki, menaiki kereta secara diam-diam, menunggang kuda, dan juga menggunakan perahu. Jalur dan sarana transportasi yang ada disediakan dan dipersiapkan supaya nyaman, aman dan tidak menimbulkan korban jiwa. Menurut James Horton bahwa jumlah budak yang bisa dilarikan selama periode 1810-1850 tidak dapat dihitung secara pasti namun diyakini bahwa yang berhasil dilarikan seratus ribu lebih.

Para budak dari Amerika daerah Selatan ini ketika sudah sampai di Amerika bagian Utara sesuai daerah yang mereka inginkan masing-masing ada beberapa yang memilih menetap ada juga yang melanjutkan pelarian menuju Kanada, Meksiko, Inggris dan beberapa negara bebas yang lain, namun ada juga yang memilih untuk bergabung dengan Koloni Merah Marun (komunitas para budak yang menetap dan bersembunyi di rawa-rawa dan hutan). Tujuan akhir sering didasarkan pada situasi politik kontemporer, lokasi awal budak, dan keakraban budak dengan daerah yang harus dilalui. Usaha pelarian budak yang dilakukan oleh Underground Railroad ini bisa dibilang sukses besar karena hingga tahun 1849 usaha ini tidak mendapat halangan yang berarti dari penduduk Amerika bagian Selatan namun pada tahun 1850 semua berubah ketika Amerika bagian Utara sudah terikat Hukum Budak Pelarian dimana inti dari hukum ini adalah memerintahkan seluruh warga negara Utara untuk membantu merebut dan mengembalikan seluruh budak ke Selatan, peristiwa ini mengubah alur pergerakan yang dilakukan oleh pihak Underground Railroad dimana mereka meminta bantuan kepada budak-budak yang sudah berdiam di Kanada untuk menyediakan tempat tinggal bagi budak yang lain.

Baca Juga  Sejarah Kerajaan Funan, Mulai dari Kejayaan hingga Runtuhnya

Istilah Underground Railroad sendiri tidak lahir bersama dengan terciptanya organisasi ini namun tercipta seiring dengan berkembangnya organisasi ini dimana nama Underground Railroad ini baru muncul pada tahun 1930-an dan dicetuskan oleh salah seorang budak yang berhasil meloloskan diri dari tuannya di Selatan, budak yang bernama Tice David ini dalam perjalanannya dari Kentucky ke Sandusky wilayah Ohio menggunakan kereta bawah tanah, sehingga lahirnya nama Underground Railroad. Kemudian nama ini akhirnya digunakan oleh organisasi Underground Railroad dikarenakan selama melakukan tugasnya mereka memang tidak terpikirkan untuk membuat nama untuk organisasi mereka, dimana untuk alasannya sendiri belum diketahui secara pasti namun menurut Harriet Beecher Stowe (1811-1896) menulis bahwa organisasi ini sengaja tidak memakai nama karena ingin menjaga kerahasiaan pergerakan mereka.

Namun tidak berselang lama ketika nama ini mulai dipakai para tuan-tuan budak dari wilayah Selatan menargetkan jalur kereta bawah tanah sebagai sasaran untuk mengambil kembali budak mereka yang telah dirampas dari mereka. Dimana ada salah satu anggota Underground Railroad yang sangat berjasa besar dalam mengorbankan nyawanya untuk mengamankan jalur kereta bawah tanah di Boston yang bernama Lewis Hayden (1811-1889). Lewis adalah seorang anggota Underground Railroad yang keturan Afrika-Amerika (berkulit hitam) dimana pada tahun 1850 di saat sedang dalam pelariannya mengantarkan budak melalui jalur kerta bawah tanah Boston ternyata di sana para budak sudah ditunggu oleh pemburu budak bernama William dan Ellen Craft. Sehingga Lewis harus mencari cara untuk memancing William dan Ellen menjauh dari budak sehingga para budak bisa masuk ke dalam kereta. Ide yang dilakukan Lewis ini berhasil mengelabuhi William dan Ellen, namun pertemuan keduanya tidak berlangsung sekali. Pada pertemuan yang kedua terjadi di rumah kediaman Lewis, dimana rumahnya sudah diketahui William dan Ellen, di sini Lewis mengancam akan meledakkan bubuk mesiu yang terletak di teras rumahnya jika William dan Ellen memaksa untuk masuk ke rumahnya dan menangkap budak yang kabur. Karena kepintarannya Lewis selalu berhasil mengelabui pemburu budak.

Pada tahun 1950 kondisi di Amerika bagian Utara tidak mendukung usaha yang dilakukan oleh organisasi Underground Railroad dikarenakan adanya kebijakan dari Presiden Amerika Serikat pada waktu itu berupa Hukum Budak Pelarian untuk menjaga hubungan antara Amerika Utara dan Selatan tetap stabil. Hukuman ini tidak hanya berlaku untuk budak yang melarikan namun untuk kelompok Underground Railroad dan orang-orang yang membantu para budak melarikan diri, bahkan dari golongan orang kulit putih sendiri. Sebagai contoh ada Thomas Garret (1789-1871) seorang warga kulit putih Amerika bagian Utara yang didenda dengan penyitaan harta bendanya karena membantu pelarian para budak. Ada berbagai macam hukuman mulai dari denda, hukuman penjara, pelecehan hingga kematian terhadap siapa saja yang membantu usaha Underground Railroad dalam melarikan para budak dari tuannya. Dalam ketakutan yang ditimbulkan oleh Hukum Budak Pelarian ini yang juga mempunyai hukum yang mengikat orang kulit putih ternyata tidak sedikit orang kulit putih yang justru berani menentang bahkan secara terang-terangan bersumpah membantu Underground Railroad seperti Levi Coffin (Newport, Indiana), Frederick Douglass (Rochester, New York), William Still (Philadelphia, Pennsylvania) dan Pendeta John Rankin (Ripley, Ohio).

Baca Juga  6 Saluran Islamisasi di Indonesia

Pada tahun 1850 ini juga ditandai dengan bergabungnya salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Underground Railroad, seorang wanita budak yang berhasil melarikan diri dari daerah Maryland bernama Harriet Tubman dimana nantinya Harriet Tubman ini mampu membimbing 300 orang lebih hanya dalam kurun waktu 1 tahun. Harriet Tubman ini akan menggantikan Isaac T.  Hopper sebagai ketua Underground Railroad. Jasa terbesar Harriet Tubman adalah dengan memberikan sebuah solusi terbaik untuk menghindarkan sebuah tindakan penindasan dan kekerasan yang akan menimpa budak, anggota Underground Railroad dan orang-orang yang membantu usaha Underground Railroad dalam usaha pelarian mereka dengan mengarahkan jalur Underground Railroad tidak hanya sampai ke Amerika wilayah Utara, namun dilanjutkan hingga ke Kanada dan tidak lagi memfungsikan jalur kereta api namun dengan berjalan kaki secara diam-diam melewati hutan-hutan ketika malam dan berhenti untuk beristirahat ketika pagi serta menghindari melewati kota-kota walaupun sebenarnya juga ada yang mendukung aksi organisasi ini namun Harriet Tubman tidak ingin untuk mengambil risiko.

Dalam Organisasi Underground Railroad ada banyak sekali tokoh penting yang berperan besar dalam menyukseskan pembebasan budak dari wilayah Amerika sebelah Selatan baik dari golongan Afrika-Amerika (orang kulit hitam) dan dari golongan Amerika (orang kulit putih) yang berasal dari wilayah Amerika sebalah Utara dan sebagian Selatan. Berbagai hal ini dilakukan dengan beberapa alasan Declaration of Independent dimana semua orang mempunyai derajat dan hak yang sama dalam menjalankan kehidupan dan ditambah rasa kesal kepada penduduk Amerika di wilayah Selatan yang masih bertekad mempertahankan sistem budak seperti: Harriet Tubman, Isaac T. Hopper, Frederick Douglas, Sorojourner Truth, Robert Purvis, John Parker, William Still dan masih banyak lagi. Ada beberapa faktor yang membuat Underground Railroad meraih kesuksesan dari tahun 1810-1850 yaitu menggunakan beragam jalur transportasi, ada banyak dukungan dan bantuan dari Kanada.

Referensi :

Abigail Bakan. 2008. Recording the Underground Railroad : Slavery and Racialization in the Making of the Canadian State. University of Toronto

Eric Foner. 2015. Gateway to Freedom : The Hidden History of the Underground Railroad. New York : W.W. Norton & Company.

Ian Frederick. 2007. The Underground Railroad : Authentic Narratives and First-Hand Accounts. New York : Dover Publication, Inc.

Larry Gara. 2013. The Liberty Line : The Legend of the Underground Railroad. University of Kentucky : The University Press of Kentucky

Smedley. 2005. History of the Underground Railroad : In Chester and the Neighboring Counties of Pennsylvania. Lancaster : Stackpole Books

.

Penulis: Nadif Hanan Narendra

Editor: Fastabiqul Hakim