Generasi Muda “Merem” Sejarah

“Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.” Agaknya kalimat itu pantas dan harus didengungkan lagi di era modern ini. Pasalnya akar dari sebuah bangsa yang baik adalah masyarakat yang mengerti dan paham akan sejarah bangsanya, mulai dari cerita sejarah yang tertuang melalui materi pembelajaran di sekolah hingga kisah sejarah yang diangkat menjadi sebuah film yang bermaksud untuk memperjelas gambaran peristiwa sejarah pada masa lalu.

Namun sungguh memprihatinkan jika kita melihat kenyataan pada generasi muda zaman sekarang, banyak yang  “merem” pada sejarah bangsa ini. Mulai dari ketidaktahuan mereka pada kisah-kisah sejarah hingga ketidaktahuan mereka terhadap tokoh-tokoh patriotisme yang memperjuangkan kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Bahkan tidak sedikit generasi muda yang acuh, tidak mau tahu dan bahkan melupakan sejarah begitu saja.

Bagi saya hal tersebut sangat menyedihkan karena sejarah begitu penting dalam upaya mengenali bangsa kita, juga untuk memupuk rasa cinta tanah air, dan menjaga persatuan bangsa ini.

Jika melihat pemaparan sejarah melalui pendidikan formal, saat ini sejarah hanya dianggap sebagai “pengantar tidur” oleh para siswa yang sejujurnya membuat para guru kecewa dengan persepsi siswa tersebut. Bisa Anda buktikan di pendidikan formal, berapa peserta didik yang paham betul akan sejarah bangsanya sendiri? Mungkin bisa dihitung dengan jari tangan. Kesan yang membosankan dan kuno menjadi alasan utama utama para peserta didik ini tidak menyukai pelajaran sejarah.

Dengan keadaan demikian guru sebagai salah satu sarana interpretasi sejarah seyogyanya memiliki cara untuk membuat pelajaran sejarah menjadi menarik, sebagai contoh, guru dapat menggunakan media film atau video sejarah pendukung, dan juga cara atau rumus menghafal istilah sejarah yang unik. Mengingat sekolah adalah sarana yang paling penting dalam pengenalan sejarah selain dari museum, galeri, dan juga monumen yang ada di sekitar kita.

Baca Juga  Sejarah Adalah Kunci Inspirasi Masa Lalu untuk Aspirasi Masa Depan

Di dalam keluarga juga tidak kalah penting dalam berperan untuk mengenalkan sejarah pada generasi muda, bisa diawali dari orang tua yang mengenalkan sejarah dari buku-buku, cerita sejarah yang turun temurun, hingga mengajak anak-anak untuk berkunjung dan menjelajah museum serta monumen bersejarah yang ada di sekitar kita.

Selain itu, kita juga bisa menggunakan tanggal-tanggal penting bersejarah untuk membuka wawasan generasi muda dalam memahami sejarah. Seperti contohnya mendekati peringatan Hari Ulang Tahun RI seperti sekarang ini sesungguhnya bisa menjadi suatu momen penting bagi para orang tua dan guru untuk memberikan pemapaan sejarah sebagai upaya mengingat kembali peristiwa sejarah bangsa kita.

Bukan hanya untuk berteriak “merdeka” dan mengibarkan bendera saja, tetapi membuka kembali apa yang pernah dipelajari oleh generasi muda untuk dijadikan sebagai refleksi dan memaknai arti kemerdekaan yang tidak luput dari sejarah karena pada dasarnya suatu bangsa akan “lenyap” jika generasi muda tidak tahu atau lupa akan sejarah bangsanya. Indonesia bisa menjadi besar, bermartabat, dan kuat jika generasi mudanya paham dan menghargai jasa para pahlawan.

Oleh karena itu saya mengajak pada diri saya sendiri dan para pembaca sekalian, mari kita sama-sama melestarikan sejarah. Karena setiap peristiwa sejarah pasti mengandung nilai-nilai pelajaran yang dapat diterapkan di masa seakarang.

Jadilah pemuda yang memiliki jati diri dengan cara mengingat sejarah bangsanya sendiri/ “melek” sejarah. Jangan jadi pemuda yang kehilangan arah karena “merem” akan sejarah bangsanya sendiri.

*Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis.

.

Penulis: Victor Antonio Jevon

Editor: Fastabiqul Hakim

Ilustrasi: Muhammad Alif