Hubungan Kerja Sama Australia dengan Jepang

hubungan kerja sama australia dan jepang

Pada umumnya sebuah negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Setiap negara pasti mempunyai hubungan kerja sama dengan negara lain untuk mendapatkan keuntungan dari kerja sama tersebut. Hubungan kerja sama antarnegara sangat diperlukan karena untuk mengembangkan negaranya, menjaga ketertiban, dan juga menjalin persaudaraan. Salah satu negara yang melakukan hubungan kerja sama yaitu Australia.

Hubungan kerja sama antara Australia dengan Jepang merupakan suatu hubungan kerja sama yang mempunyai arti sangat penting bagi keduanya. Bahkan hingga dua dekade terakhir yaitu tahun 1970-an dan 1980-an kerja sama ini sudah sampai pada taraf tertentu. Kedua negara ini secara ekonomis saling tergantung satu sama lain, bahkan menurut Gelber bahwa sekiranya tidak ada yang berlebihan jika dikatakan tidak ada satupun dari Australia dan Jepang dapat mengembangkan ekonominya tanpa dukungan negara lainnya (Dibb, [Ed.] 1983 : 111) . Bahkan Australia dengan Jepang mempunyai sebuah ikatan kerja sama yang sangat kuat. Selain itu, Australia dan Jepang juga mengembangkan kerja sama demokrasi pada wilayah Asia-Pasifik.

Hubungan kerja sama yang terjalin antara Australia dengan Jepang mempunyai peran penting bagi Australia dan Jepang. Bagi Australia, hubungan kerja samanya dengan Jepang mempunyai sangat penting dan meguntungkan bagi kebijakan-kebijakan yang ada di dalam dan luar negeri Australia. Hubungan ini juga membuat Australia mengurangi ketergantungan kerja sama hanya dengan satu negara. Hubungan kerja sama Australia dengan Jepang ini juga cenderung mengurangi ketergantungan Australia terhadap Amerika Serikat yang pada waktu itu Amerika Serikat menganut paham unilateral (bersikap sepihak).

Selanjutnya pada tahun 1957, Australia dengan Jepang menandatangi persetujuan perdagangan yang merupakan perkembangan penting yang terdapat dalam hubungan ekonomi antara Australia dengan Jepang. Hubungan kerja sama ekonomi Australia dengan Jepang terikat dalam General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) . Hubungan pada GATT berlaku sejak 1963 setelah dilakukannya revisi terhadap persetujuan yang masih bersifat umum.

Baca Juga  Garis Imajiner Yogyakarta: Gunung Merapi

Setelah berakhirnya Perang Dunia 2, hubungan antara Australia dengan Jepang lebih banyak didominasi oleh hubungan pada bidang ekonomi. Hal ini dikarenakan, pada saat itu Jepang masih dijadikan sebagai negara tujuan ekspor oleh Australia. Selain itu, Jepang merupakan mitra dagang Australia yang paling penting dalam bidang energi, terutama agar kebutuhan industri baja Jepang agar dapat terpenuhi. Selain melakukan kegiatan impor besi, Jepang juga melakukan kegiatan impor uranium dari Australia yang pada saat itu mempunyai jumlah cadangan uranium sebanyak 40% dari produksi uranium di dunia .

Selain hubungan kerja sama pada bidang ekonomi, Australia dan Jepang juga melakukan kerja sama pada bidang pertahanan. Hubungan kerja sama antara Australia dan Jepang dalam bidang pertahanan sudah berkembang sejak Australia dan Jepang mengumumkan Deklarasi Bersama tentang Kerja Sama Pertahanan pada Maret 2007. Hal ini digunakan sebagai bukti bahwa Australia dan Jepang mempunyai hubungan kerja sama di bidang pertahanan yaitu Australia megirimkan Jepang tiga pesawar pengangkut C-17 oprasionalnya dan digunakan oleh unit pencarian serta penyelamatan, pasukan bantuan kemanusiaan, air yang dapat dikendalikan dari jarak jauh pompa, dan bahkan unti dari Bridge Kelima Belas SDF Jepang (JGSDF).

Sudah sejak lama Australia dengan Jepang bekerja sama dalam segala aspek keterlibatan di kawasan Asia-Pasifik. Di kawasan Asia-Pasifik, Australia dengan Jepang menjalankan kerja sama sebagai “Mitra Strategis Alami”. Hingga kedepannya terdapat tren yang akan muncul bahwasannya organisasi pertahanan kedua negara tersebut (Australia dan Jepang) dapat memainkan peran yang akan semakin menonjol dalam sebuah pendekatan yang dilakukan bersama dengan Australia dan Jepang terhadap kawasan Asia-Pasifik.

Hingga sebagian besar komunitas pertahanan Jepang menyambut kerja sama yang lebih erat dengan Australia. Akan tetapi, terdapat beberapa pakar, politis, dan mantan pembuat kebijakan yang berpusat atau bermarkas di Australia menyatakan keprihatinan atas potensi risiko dan biaya terkait dengan pengejaran hubungan pertahanan yang lebih erat dengan Jepang di Australia, termasuk ikut terjerat dalam konflik antara Tiongkok dengan Jepang di masa depan. Beberapa kritikus berpendapat bahwasannya penyelarasan yang lebih dekat dengan Jepang bukan hanya untuk kepentingan Australia saja, bukan hanya akan merusak hubungan Australia dengan China juga, namun hal itu dapat memecah Asia menjadi blok-blok yang bersenjata dan saling bermusuhan .

Baca Juga  Gardu: Sang Penjaga Memori yang Kini Mulai Terlupakan

Jadi hubungan kerja sama yang terjalin antara Australia dengan Jepang sudah terjadi sejak lama. Jepang menjadi salah satu dari negara yang terdapat di Asia Timur yang memiliki hubungan mitra dagang dengan Australia. Tentu saja hubungan kerja sama yang dilakukan oleh Australia dan Jepang tidak hanya menguntungkan satu pihak saja, tetapi kedua negara tersebut sangat diuntungkan dengan kerja sama yang terjalin. Selain itu, hubungan kerja sama yang dilakukan oleh Australia dengan Jepang didasarkan pada kepentingan sosial.

.

Penulis: Tesya Zenanda

Editor: Adien Tsaqif