Kehidupan Unik Suku Bushmen di Afrika

suku bushmen

Bushmen atau yang sering dikenal dengan sebutan San atau Basarwa merupakan orang-orang asli bangsa pribumi Afrika bagian selatan. Bushmen tersebar di wilayah Bostwana, Namibia, Angola, Zambia, Zimbabwe, dan daerah Leshoto.[1]

Pada tahun 1652 Belanda menemukan suku pedalaman Afrika yaitu Suku Bushmen. Mereka dianggap sebagai suku yang memiliki keunikan karena gaya hidupnya yang tradisonal dan kuat.[2] Suku Bushmen atau Suku San merupakan salah satu etnik Suku Khoisan. Mayoritas penduduk Bushmen bermatapencaharian sebagai pemburu dan pengumpul. Mereka memiliki insting dan keahlian yang sangat lihai didukung dengan kewaspadaan yang luar biasa serta stamina yang kuat Bushmen dapat dengan mudah memburu mangsanya.

Afrika merupakan tempat yang sangat sulit untuk melakukan cocok tanam karena kondisi geografisnya yang mayoritas gurun pasir membuat penduduk Bushmen sudah terlatih menjadi seorang pemburu yang lihai sejak lahir dan didukung oleh kondisi wilayahnya.

Suku Bushmen merupakan suku yang sangat menghargai alam segala kegiatan yang merusak ekosistem alam akan mereka hindari. Saat mereka beburu mereka lebih menggunakan peralatan tradisional yang ramah terhadap lingkungan misalnya, menggunakan panah yang ujungnya diberi racun. Suku Bushmen sangat memahami betul mengenai jenis-jenis tanaman yang biasa mereka gunakan sebagai bahan makanan, obat-obatan, dan tanaman beracun yang digunakan untuk berburu.[3]

Suku Bushmen tersebar luas di daerah Afrika yang dianggap sebagai penduduk pertama yang menempati wilayah Botswana dengan ditemukannya alat-alat dari batu dan seni batu yang berasal dari masa ribuan tahun lalu sebagai bukti. Orang orang Bushmen merupakan penduduk mayoritas bumi pada 150.000 tahun yang lalu. Kehidupan Suku Bushmen nomaden atau berpindah-pindah sesuai dengan kondisi ketersediaan alam dalam kehidupannya. Orang-orang Bushmen memiliki keunikan, mereka dengan mudah membangun tempat tinggal hanya dengan hitungan waktu beberapa jam saja. Sampai tahun 2010 di Botswana masih terdapat suku Bushmen sekitar 50.000-60.000 jiwa.[4]

Baca Juga  Sejarah Berdirinya Partai Komunis Australia

Penduduk Busmen memiliki perawakan kulit coklat, rambut ikal kecil, telinga bercuping, dahi menonjol, memiliki mata khas mongoloid, dan hidungnya khas negroid. Bushmen menggunakan bahasa yang unik. Saat mereka berbicara banyak terdengar bunyi “klak-kluk-klak-kluk” seperti orang menelan ludah.

Sumber: Wikipedia

Orang-orang Bushmen memiliki tradisi kuat antar sesamanya dan masih memegang teguh budaya Tradisionalnya. Salah satu adat istiadat yang sangat unik adalah ritual Trance Dance. Trance Dance merupakan ritual tarian yang digunakan sebagai saran untuk menyembuhkan penyakit dan digunakan sebagai adat dalam perkawinan. Trance Dance dilakukan selama 12 jam dari jam 6 pagi sampai jam 6 petang yang mengandung makna sebagai penyambutan terang dan gelap.

Ketika melakukan ritual peserta terdiri dari perempuan dan laki-laki. Sebagian perempuan duduk melingkari api yang menyala dan sebagian laki-laki akan mulai menari dalam lingkaran disekitar wanita-wanita tersebut.  Para peserta akan memakai kerincingan yang terbuat dari polong kering pada kaki mereka. Peserta yang duduk disekitar apai akan bertepuk tangan sambil bernyanyi. Saat awal tarian akan dilakukan dengan ritme santai dan ramah diikuti nyanyian dan tepukan tangan. Apabila salah satu penari mulai mengalami tanda-tanda trance maka nyanyian dan tepukan akan lebih intens. Saat semua penari sudah memasuki gerakan trance yang beritme cepat maka para penari mulai berkeringat, bernapas gelap, dan memiliki tatapan yang mengkilat. Pada saat itulah mereka menyembuhkan orang sakit. Sedangkan di pernikahan mereka menggunakan ritual ini sebagai penolak bala.[5]

Pada Sekarang ini perkembangsan Suku Bushmen masih banyak tersebar di Afrika bagian Selatan. Dari tahun 1950-1990 beberapa Bushmen mulai menjadi petani karena dorongan modernisasi dari pemerintah. Meskipun ada perubahan dalam gaya hidup mereka tetap memberikan informasi mengenai adat istiadat dan kehidupan tradisionalnya. Progam modernisasi dari pemerintah memberi dampak positif bagi Bushmen, tetapi banyak penduduk yang tidak dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan sehingga banyak penduduk yang melaporkan diskriminasi oleh pemerintah.

Baca Juga  Sejarah Berdirinya Negara Islam Pakistan

Pada tahun 2013, Departemen Dalam Negri Amerika Serikat melaporkan adanya tindak diskriminasi Suku Bushmen di Botswana merupakan tindakan yang mengkhawatirkan hak asasi manusia. Dengan berjalannya waktu pola pikir yang mulai maju sesuai perkembangan zaman membuat tindakan diskriminasi mulai berkurang. Kehidupan Bushmen mulai nyaman berdampingan dengan masyarakat modern. Berkurangnya tindakan diskriminasi disebabkan karena banyaknya motivator atau tokoh penggerak HAM yang datang memberi edukasi kepada masyarakat sekitar tentang menghargai sesama walaupun banyaknya perbedaan. Bekerja sama untuk membangun negara agar lebih maju dan modern tanpa menghilangkan identitas pribumi.[6]

[1] Walsham How, Marion (1962). The Mountain Bushmen of Basutoland. Pretoria : J. L. Van Schaik Ltd.

[2]Koswara Aditya. Kurniawan, Hendra (editor). 2018. Mosaik Afrika : Kapita Selekta Afrika dalam Sejarah. Sukabumi : CV Jejak, hlm. 99

[3] Dian Arief. Mengenal Suku San, Pemburu dengan Panah Beracun Mematikan Sekaligus Penjinak Cheetah. (www.bombastis.com), diakses pada 17 Mei 2020.

[4] Anaya, James. 2010. Addendum-The Situation of Indigenous Peoples in Botswana. United Nations Human Right Council (Laporan).

[5] Koswara Aditya. Kurniawan, Hendra (editor). 2018. Mosaik Afrika : Kapita Selekta Afrika dalam Sejarah. Sukabumi : CV Jejak, hlm. 100

[6] Koswara Aditya. Kurniawan, Hendra (editor). 2018. Mosaik Afrika : Kapita Selekta Afrika dalam Sejarah. Sukabumi : CV Jejak, hlm. 102-103.

.

Penulis: Candi Kurniawan

Editor: Adien Tsaqif 

Ilustrasi: Muhammad Alif