Kelebihan dan Kekurangan Sistem Perdagangan VOC

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Perdagangan VOC

VOC merupakan perusahan multinasional pertama yang cakupannya hingga internasional. Dalam melaksanakan perekonomiannya VOC banyak mencetuskan ide-ide perekonomian yang digunakan dimasa modern saat ini, misalnya dalam dalam aktivitas ekonominya VOC penggunakan sistem saham yang menjadi cikal bakal berkembangnya pasar saham.

Opini Hugo Grotius, seorang filsuf Belanda yang menyatakan laut adalah teritori nasional dan semua negara bebas dalam melaksanakan kegiatan apapun termasuk aktivitas perdagangan.

Teori Hugo Grotius tersebut menjadi landasan perdagangan bebas. Dalam operasi ekonominya VOC menggunakan sistem monopoli perdagangan.

Kelebihan sistem perdagangan VOC

Kelebihan sistem perdagangan VOC yaitu:

Pertama, Dalam aktivitas ekonominya VOC menggunakan sistem monopoli, dengan sistem tersebut VOC dapat melakukan control komoditi yang menghasilkan keuntungan terpusat di pihak VOC. Dengan menerapkan sistem monopoli tersebut VOC dapat menjaga kestabilan ekonomi dan efisiensi produksi barang dan jasa.

Kedua, VOC tidak perlu melakukan promosi karena produk yang ditawarkan adalah barang yang dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, Sistem VOC mendidik bupati yang dipilih VOC menegakkan political entrepreneur, politik tersebut dilaksanan dalan intervensi VOC di Pantura yang mewajibkan para bupati untuk menyetor upeti pengganti biaya perang VOC dalam menegakkan kekuasaan di Mataram.

Keempat, sistem tanam paksa Belanda (culturelstelsel) membawa dampak positif seperti yang terjadi di Gorontalo masyarakat Bolawo yangbiasanya hanya terbiasa menanam dengan sistem tumpeng sari (dalam satu kebun ditanami beberapa jenis tanaman), karena sistem tanam paksa VOC masyarakat dikenalkan dengan sistem agraris ditanami satu jenis tanaman. Selain itu masuknya komoditas agraria baru di Gorontalo seperti kopi. Yang sebelumnya hanya diperdagangkan oleh pedagang Timur tengah.

Kekurangan sistem perdagangan VOC

VOC dalam melaksanakan perdagangan melalui berbagai kebijakan terdapat kekurangan yang menyebabkan situasi di tanah koloni terutama di wilayah nusantara yaitu:

Baca Juga  Garis Imajiner Yogyakarta: Urutan, Makna, dan Filosofi

Pertama, banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi sehingga memperburuk keuangan VOC.

Kedua, banyak pengeluaran untuk melawan pemberontakan daerah koloni seperti pemberontakan Hasanuddin dari Gowa, pemberontakan sultan Agung di Batavia, dan yang paling banyak menguras kas VOC yaitu pemberontakan Diponegoro.

Ketiga, banyaknya pengeluaran untuk menggaji pegawai- pegawai VOC karena cakupan wilayah VOC yang luas.

Keempat, pembayaran deviden yang diperuntukkan pemegang saham memberatkan VOC. Hal tersebut disebabkan keuntungan yang tidak menentu karena iklim dan petani daerah- daerah koloni yang sulit dikembalikan dan tidak bisa diprekdiksi.

Kelima, bertambahnya saingan dagang dari Inggris dan Prancis semakin memojokkan VOC. Kebijakan monopoli VOC yang terlalu mendominasi dan terkadang merugikan sekutu dagangnya, membuat VOC ditinggalkan dan mereka berbelok pada perusahaan- perusahaan Inggris maupun Prancis.