Latar Belakang Terjadinya Perang Korea

Latar Belakang Terjadinya Perang Korea

Perang Korea

Perang Korea merupakan perang yang terjadi antara dua pemerintahan Korea Selatan dengan Korea Utara yang terjadi sejak 25 Juni 1950 samapi 27 Juli 1953. Perang ini juga disebut “perang yang dimandatkan” antara Amerika Serikat bersama sekutu PBB-nya dengan Komunis Republik Rakyat Tiongkok yang bekerja sama sengan Uni Soviet. Korea Selatan Bersekutu dengan Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Britania Raya. Sedangkan Korea Utara bersama Republik Rakyat Tiongkok menyediakan kekuatan militer dan Uni Soviet–yang menyediakan penasihat perang, pilot, dan juga persenjataan untuk pasukan Tiongkok dan Korea Utara.

Perang Korea adalah perang yang terjadi di Semenanjung Korea. Perang Korea erat kaitannya dengan kepenjajahan Jepang di Semenanjung Korea dari awal 1910 hingga akhir Perang Dunia II. Ketika Jepang menyerah kalah pada sekutu di akhir Perang Dunia II, Semenanjung Korea dibebaskan dari molonial Jepang, wilayahnya dipisah dan dibagi ileh dua super power pada saat itu yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat dan Uni Soviet sepakat untuk membagi wilayah Semenanjung Korea dengan tujuan agar lebih cepat melucuti kekuatan tentara Jepang dan memulangkan penduduk Jepang yang ada di Korea (Millett, 2017)

Pecahnya Perang Korea membuat dunia terkejut. Bagi Amerika, Perang Korea merupaka Perang Amerika Serikat juga, karena Amerika Serikat mengetahui bahwa di belakang Korea Utara adalah Uni Soviet. Dengan alasan membendung komunis di Asia dan juga memandang kekuatan Korea Utara, maka Amerika Serikat memutuskan untuk membantu Korea Utara. Dengan demikian, Korea menjadi ajang percaturan politik dan militer antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (Agung, 2012). 

Perang ini berakhir pada 27 Juli 1953 saat Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan waktu itu Syngman Rhee, menolak menandatangani kesepakatan gencatan senjata namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut sehingga secara resmi perang Korea tersebut belum berakhir hingga saat ini.

Baca Juga  Perbedaan Nasionalisme Jepang dan Cina Sekitar Abad ke-20

Namun pada tahun 2018 setelah 68 tahun berperang akhirnya Perang Korea selesai. Penyelesaian formal menggunakan perjanjian damai berhasil dilakukan pada tahun 2018 keyika pemimpin dari kedua negara, Kim Jong Un (Korut) dan Moon Jae-in (Korsel), menandatngani Deklarasi Panmunjon yang menyatakan bahwa kedua negara sudah tidak lagi berperang dan pemulihan hubungan negara. Pertemuan yang bersejarah ini menjadi titik awal baru yang disebut-sebut batu tumpuan bersatunya Semenanjung Korea secara damai (Karl, 2019).

Latar Belakang Terjadinya Perang Korea

Persaingan Ideologi yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet. Dampak dari Perang Dingin membuat Korea Selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat untuk mengembangkan paham-paham liberal dan kapitalis. Sedangkan Korea Utara di bawah pengaruh Uni Soviet mengembangkan paham sosialis dan komunis. Setelah Perang Dunia II berakhir, Korea menjadi daerah persengketaan. Pada 10 Agustus 1945, Amerika Serikat dan Uni Soviet menerima tawanan-tawanan perang Jepang di daerah Korea (Suko, 1971). 

Keputusan menerima tawanan perang didasarkan pada Perjanjian Potsdam 1945, yang isinya antara lain untuk membagi Korea menjadi dua bagian dengan batas wilayah 38derajat Lintang Utara, menyerah kepada Amerika Serikat di bawah pimpinan Letnam Jenderal John R. Hogde. Adapun Jepang yang berada di sebelah utara garis 38derajat Lintang Utara, menyerah kepada Uni Soviet di bawah pimpinan Kolonel Jendral Ivan M. Chirsyalov. Tidak adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet juga menjadi penyebab pecahnya konflik di Korea (Agung, 2012).

Pada Desember 1948, sidang umum PBB mengesahkan laporan tantang hasil-hasil pemilihan di Korea Selatan. Sidang menyatakan bahwa pemerintahan Korea Selatan merupakan satu-satunya pemerintahan yang sah. Selain itu, diputuskan juga komisi baru Korea yakni Comission on Korea (komisi tentang Korea). Komisi ini bertugas antara lain :

  1. Mengambil alih Komisi Sementara PBB di Korea.
  2. Mencoba mengadakan penyatuan Korea.
  3. Mengadakan penyelidikan penarikan pasukan pendudukan di Korea.
Baca Juga  Siapakah Dalang di Balik Pembunuhan Benazir Bhutto?

Adanya keputusan tersebut menyebabkan pihak Korea Utara semakin marah terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. Korea Utara merasa hak-haknya tidak diakui oleh PBB. Dengan demikian, Uni Soviet mendukung Korea Utara untuk mendapatkan hak-haknya dan mendapatkan wilayah Korea seluruhnya dengan peperangan (Agung, 2012).