Masa Kejayaan Kerajaan Cirebon

Sejarah Kerajaan Cirebon

Kerajaan Cirebon didirikan oleh Syarif Hidayatullah pada tahun 1479 M. Syarif Hidayatullah berkuasa dengan menyandang gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Muhammad Syarif Abdullah.

Kehadirannya lantas disambut hangat oleh para wali tanah Jawa dengan memberi gelar “Panetep Panatagama Rasul di Tanah Sunda atau Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid zaman Khalifatur Rasulullah”.

Sambutan yang baik dari para Wali di Tanah Jawa ternyata sudah menimbulkan kesan yang istimewa bagi kepemimpinan Syarif Hidayatullah atau biasa disebut dnegan Sunan Gunung Jati.

Pada masa inilah Kerajaan Cirebon mencapai masa keemasannya, ketika pemimpinnya adalah seorang Raja besar sekaligus seorang Wali. Fakta inilah yang lantas mengiringi masuknya agama Islam di Tanah  Cirebon.

Sunan Gunung Jati adalah seorang Raja yang memiliki darah bangsawan dari kedua orang tuanya, memiliki akhlak luhur, dan pemahaman agama yang mumpuni.

Hal inilah yang membuatnya disegani oleh para rakyatnya.

Selain mampu membebaskan Cirebon dari kekuasaan Sunda, Sunan Gunung Jati mampu melahirkan segudang prestasi dalam masa pemerintahannya, yaitu antara lain :

1. Melakukan Ekspansi

Pada tahun 1525- 1526, telah dilancarkan misi penyebaran Islam ke Banten dengan cara menempatkan putra Sunan Gunung Jati yang bernama Maulana Hasanuddin sebagai penguasa.

Maulana Hasanuddin mampu menumbangkan kekuasaan Pucuk Umum yang masih berstatus sebagai bagian dari Kerajaan Sunda. Segeralah ia membangun pemerintahan bercorak Islami disana.

Penyebaran Islam juga meluas ke wilayah Priangan Timur pada tahun 1528-1530. Proses Islamisasi ini sekaligus digunakan sebagai misi ekspansi wilayah kekuasaan Cirebon.

Ekspansi wilayah ini berhasil menguasai separuh wilayah dari Jawa Barat dan Banten dengan jumlah rakyat mencapai jumlah 600.000 jiwa, sekaligus sebagai proses Islamisasi penduduk.

Baca Juga  Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Cirebon

2. Pembangunan Infrastruktur dan Suprastruktur di Berbagai Bidang

Pada tahun 1483, dilakukan perluasan dan pelengkapan bangunan pada keraton lama Dalem Pakungwati yang dulu dibangun oleh Cakrabuwana.

Sunan Gunung Jati juga menambah tembok setinggi 2 meter di sekeliling kota untuk memperkuat keamanan. 

Pembangunan juga dilakukan pada pangkalan perahu yang terletak di sebelah tenggara keraton di tepi Sungai Kriyan, dengan menambah gapura Lawang Sanga, bengkel perahu, istal kuda kerajaan, dan pos penjagaan.

Pembangunan pelabuhan Muara Jati juga terlihat dengan adanya mercusuar dan bengkel perahu, yang juga dibantu pembangunannya oleh keturunan Cina.

Pembangunan sarana transportasi juga telah dilaksanakan sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Maka dibangunlah saluran transportasi melalui sungai dan jalan darat.

Pembangunan jalan darat dimulai dari alunalun keraton Pakungwati ke pelabuhan Muara Jati, dengan tujuan supaya para pedagang asing dan utusan kerajaan lain dapat mudah bertemu dengan Sunan Gunung Jati.

Pada bidang keamanan, dibentuk Pasukan khusus bernama Jagabaya, yang ditempatkan di daerah pemerintahan pusat dan di setiap daerah kekuasaan Kerajaan Cirebon.

Maka dari itu, lewat berbagai langkah itulah Kerajaan Cirebon akhirnya dapat mengalami kemajuan yang pesat di berbagai bidang, sekaligus tumbuh menjadi negara yang kuat.

Bahkan, Kerajaan Cirebon berdiri sebagai Negara berwibawa yang disegani oleh negara-negara lainnya.

Setelah Sunan Gunung Jati wafat, Kerajaan Cirebon mengalami kemunduran secara perlahan, namun kebesaran nama Rajanya masih dikenang hingga sekarang.

Penulis: Adelio Aksel, Anezia Syaharani, Disti Orisa