Peran Lee Kuan Yew dalam Menghantarkan Singapura Menjadi Negara Maju

perdana menteri lee kuan yew

Tahukah kalian mengenai Singapura? Negara yang sangat kecil sekali dibandingkan dengan Negara Indonesia. Singapura juga merupakan negara maju yang ada di Asia Tenggara, bahkan memiliki julukan Macan Asia. Tapi apakah kalian ketahui juga bahwa Singapura tidak memiliki sumber daya alam? Lantas bagaimana Singapura bisa menjadi negara maju tanpa sumber daya alam? Tulisan ini akan memberi jawabannya.

Sudah kita ketahui bahwa Singapura memanglah tidak memiliki sumber daya alam, tetapi Singapura memiliki salah satu sosok yang merubah semuanya itu sehingga membuat Singapura menjadi negara maju. Lee Kuan Yew, inilah seseorang pemimpin yang mengantarkan Singapura bisa seamju sekarang. Lee sudah mulai memimpin Singapura sejak tahun 1959, namun secara resmi diangkat menjadi perdana menteri pada tahun 1965, ketika Singapura merdeka.

Awalnnya Singapura memang jajahan dan pangkalan laut Inggris di Asia Timur yang diperintah oleh seorang gubernur dibantu oleh sebuah dewan legislatif. Anggota dewan sebagian besar ditunjuk daripada dipilih, yang biasanya dari kalangan pengusaha kaya Cina. Pada awal 1950-an, reformasi konstitusi mulai terkenal di Singapura. Dengan momen seperti ini, Lee membentuk aliansi dengan David Saul Marshall yang merupakan pengacara dan Lim Yew Hock yang merupakan anggota dari Serikat Pekerja untuk menantang kekuasaan di Dewan yang didominasi oleh para pengusaha.

Lee yang saat itu membentuk aliansi dengan rekannya, merasa kurang cocok sehinnga segera memutuskan hubungan dengan mereka. Lee lebih memilih sikap radial dengan menjadi seketaris jendral di partainya sendiri, People Acrion Party (PAP). Pada tahun 1955 sebuah konstitusi baru diperkenalkan yang menunjukan peningkatan jumlah kursi terpilih di dewan menjadi 25 dari total 32. Dalam pemilu, Front Buruh, yang didirikan oleh mantan rekan Lee, memenangkan 13 kursi, sementara PAP menang 3—salah satunya, untuk sebuah distrik yang dihuni oleh banyak orang Cina termiskin di Singapura, dimenangkan oleh Lee.

Baca Juga  Sejarah Kerajaan Funan, Mulai dari Kejayaan hingga Runtuhnya

Tahun berikutnya (1958) di London, Lee ikut membantu menegosiasikan status pemerintahan sendiri dalam Persemakmuran untuk Singapura. Pemilihan diadakan dibawah konstitusi baru Singapura pada bulan Mei 1959, dan Lee berkampanye dengan program antikolonialis dan antikomunis yang menyerukan reformasi sosial. Usaha Lee pun berhasil dengan memenangkan 43 kursi dari 53, namun Lee menolak membentuk pemerintahan sampai Inggris membebaskan para anggota partainya yang telah dipenjara sejak tahun 1956. Setelah Inggris membebaskan para anggota PAP, Lee dilantik menjadi perdana menteri pada 5 Juni 1959 dan dia juga membentuk sebuah kabinet baru. Lee memperkenalkan rencana untuk tahun kedepan yang menyerukan pembersihan kawasan kumuh dan pembangunan perumahan umum yang baru, emansipasi wanita, perluasan layanan pendidikan, dan industrialisasi.

Pada tahun 1963, Lee membawa Singapura bergabung kedalam Federasi yang baru dibentuk oleh Malaysia. Dalam pemilihan yang diadakan segera mungkin, Partai PAP tetap mempertahankan kontrolnya terhadap Parlemen Singapura dan Lee tetap melanjutkan jabatannya menjadi perdana menteri. Pada Tahun 1964 diadakan Pemilihan Nasional Malaysia, pada saat itu juga Lee melakukan kesalahan dengan memasukan anggota partainya yang 75% diisi oleh orang Cina. Hal ini membuat ketegangan antara orang Cina dan Melayu meningkat, sehingga terjadilah kerusuhan komunal yang terjadi di Singapura sendiri.

Pada Agustus tahun 1965, Lee diberitahu oleh rekan-rekan Malaysia-nya yang menjabat di Pemerintahan Federal bahwa Singapura harus segera meninggalkan federasi. Dengan diberitahukannya hal ini kepada Lee, ia berpikir bahwa ini sebuah multirasisme yang diwakili federasi. Maka dari itu Lee dengan semangat dan percaya untuk memisahkan diri. Tahun 1965 Singapura resmi menjadi negara baru yang langsung dipimpin oleh Lee Kuan Yew.

Sejak Lee Kuan Yew menjabat menjadi perdana menteri pertama Singapura, ia langsung fokus kepada masalah yang mengganggu Negara Singapura. Lee langsung bekerja dengan nyata terbukti dengan dia menangani masalah rasial, mendorong sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan dan prestasi bukan dengan kekayaan (meritokrasi), melakukan pembangunan perkotaan, pengembangan industri, melakukan reformasi pendidikan, mempromosikan hak-hak perempuan, dan membangun rumah-rumah umum. Lee juga memutuskan bahwa bahasa Inggris menjadi bahasa umum di Singapura, hal ini dilakukan Lee untuk mengintegrasikan masyarakat imigrannya dan untuk memfasilitasi perdagangan dengan Barat.

Baca Juga  Kondisi Perekonomian pada Masa Pemerintahan Pu Sindok sampai Kerajaan Kediri

Lee Kuan Yew mengakui bahwa Singapura tidak memiliki sumber daya alam untuk mengklaim sebagai miliknya dan tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup di pasar ekspor. Jadi, bersama dengan timnya, ia mendorong investasi langsung asing dengan memperkenalkan kebijakan bisnis yang ramah dan mengambil kebijakan untuk menaikan standar rakyatnya. Dikarenakan ekonomi Singapura adalah ekonomi yang rapuh dan rentan terhadap kekuatan eksternal yang dapat menggagalkan kemajuan ekonomi yang sedang ia bangun, ia memperkenalkan tentara sipil. Semua pria Singapura berusia di atas 18 tahun wajib melakukan Layanan Nasional. Dia juga membentuk “Corrupt Practices Investigation Bureau” (Biro Investigasi Praktik Korupsi) untuk mengatasi korupsi di Singapura karena diyakini bahwa korupsi akan menghambat kemajuan ekonomi.

Semangat dan kegigihan Lee Kuan Yew inilah yang membuat negara Singapura saat ini menjadi negara maju. Sosok Lee sangatlah beperean besar, kebijakan ekonomi yang dibangunpun demi kepentingan rakyatnya. Aturan yang sedikit mengurusi pribadi rakyatpun sering dilontarkan Lee untuk masa yang akan datang, walaupun sering mendapat kecaman dan kritik. Namun Lee tetap dengan tegas mengatur semua rakyatnya untuk menjadikan Singapura negara maju seperti saat ini.

Referensi

Ivan Guan. 2015. How Lee Kuan Yew built Singapore’s Economic Miracle. Diakses dari https://www.sgmoneymatters.com/lee-kuan-yew-singapore-economic-miracle/  pada tanggal 13 Juni 2020.

Adam Augustyn. Lee Kuan Yew. Diakses dari https://www.britannica.com/biography/Lee-Kuan-Yew Pada tanggal 13 Juni 2020.

Robert Ho, Annajane Kennard, Richard Olof, Thomas Leinbach. 2020. Singapore. Diakses dari https://www.britannica.com/place/Singapore/History pada tangal 13 Juni 2020.

.

Penulis: Bona Marsev

Editor: Fastabiqul Hakim

Ilustrasi: Muhammad Alif