Sejarah Adalah Kunci Inspirasi Masa Lalu untuk Aspirasi Masa Depan

Opini sejarah

Mungkin banyak orang yang bertanya apakah guna sejarah?, apakah sejarah bisa digunakan untuk bekerja dan menghasilkan keuntungan?, jika dipikir-pikir, ternyata banyak sekali pekerjaan yang memerlukan sejarah, seperti jurnalis, pendidik, arsitek, dan pembuat film. Termasuk pula pegawai pemerintah, mulai dari kepala desa, wali kota, gubernur, diplomat, menteri luar negeri, perdana menteri, sampai presiden.

Apa untungnya jika berbagai profesi itu mempelajari sejarah dan bagaimana jika mengabaikannya?. Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill bisa menaklukkan Hitler karena mempelajari sejarah pendahulunya, Marlborough. Jerman dan Jepang gagal menguasai dunia karena mereka tidak memahami sejarah. Sebuah bangunan terasing dari lingkungan dan penghuninya terlihat angkuh ketika mengabaikan sejarah. Demikian pula film, laporan jurnalistik, dan kebijakan publik jika melupakan sejarah.

Mengapa sejarah sering kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat dibandingkan dengan ilmu lainnya?. Padahal sejarah itu penting bagi kehidupan manusia terutama dalam konteks berbangsa dan bernegara. Lalu masih relevankah mempelajari sejarah dimasa sekarang ini?. Mari kita kupas tentang arti penting dan peran sejarah dari masa lalu, masa sekarang dan untuk masa depan.

Terkadang pada saat mendengar kata sejarah, pasti bayangan kita akan mengarah pada sesuatu yang berbau kuno dan tua. Sering kali juga kita mendengar bahwa sejarah merupakan ilmu yang membosankan sehingga selama ini sejarah seolah kurang diminati, kurang dihargai dan diapresiasi. Padahal dengan kita mempelajari sejarah berarti secara tidak langsung kita mempelajari arti kehidupan.

Dari sejarah, kita belajar bagaimana manusia mempertahankan eksistensinya, dari sejarah kita belajar dan memaknai kehidupan. Dengan mempelajari sejarah, kita selangkah lebih maju dalam mengenal kehidupan ini. Dengan mempelajari sejarah kita setingkat lebih tahu gambaran masa depan. Ir. Soekarno pernah berkata “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.” Dalam perkataan beliau yang lain ditegaskan pula dengan semboyan “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Di sini jelas mempelajari sejarah merupakan hal yang amat penting.

Baca Juga  Garis Imajiner Yogyakarta: Pantai Parangkusumo

Sejarah ingin kita lebih baik, sejarah ingin agar kita tidak terjerumus dan terjerat dalam lubang kenistaan. Sejarah ingin kita tidak mengulangi kesalahan pada masa lampau. Sejarah ingin agar kita mempelajarinya, sejarah ingin kita lebih baik dalam menyongsong masa depan yang cerah. Sejarah ingin kita tahu dan membuang segala keburukan karena sejarah ingin kita menggantikannya dengan segala kebaikan. Oleh karena itu belajarlah dari sejarah, karena dengan kita belajar dari sejarah maka kita akan dibawa ke kehidupan yang lebih baik.

Sejarah itu bukanlah sekedar hafalan waktu dan kejadian semata akan tetapi di situ penuh dengan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Jadi dari sini ditegaskan bahwa peran sejarah itu tidak main-main, tidak seperti yang terdoktrin pada masyarakat kebanyakan yang menganggap sejarah itu kuno, membosankan, tidak berguna, dipandang sebelah mata dibandingkan dengan ilmu lain, dan sebagainya.

Dari sejarah, kita mengenyam setiap jengkal rangkaian kehidupan manusia untuk masa depan yang lebih baik. Menengok sejarah bukan berarti larut dalam kepedihan masa lalu. Menengok sejarah bukan berarti menangisi setiap kepedihan yang telah terjadi. Mereka yang mempelajari sejarah adalah agen pembaharu. Pembaharu peradaban manusia dari jurang kenistaan. Karena pada hakikatnya peran sejarah adalah kunci dari inspirasi masa lalu untuk aspirasi di masa depan.  

.

Penulis: Almas Hammam Firdaus

Editor: Fastabiqul Hakim