Sejarah Berdirinya Negara Islam Pakistan

sejarah berdirinya negara pakistan

Pakistan merupakan negara di kawasan Asia Selatan yang terbesar kedua setelah India baik dilihat secara geografis maupun demografis. Luas wilayah Pakistan sendiri adalah 803,940 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 165 juta jiwa (data 2006). Mayoritas penduduk Pakistan beragama Islam dengan mazhab akidah Sunni.

Negara Pakistan berdiri akibat pemisahan dengan India pada tanggal 14 Agustus 1947. Terwujudnya Pakistan menjadi Negara Islam merupakan keinginan dari orang-orang muslim India yang berpandangan bahwa mereka harus membentuk negara yang berlandaskan Islam. Hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah, kepercayaan, dan kebudayaan mereka yang berbeda dengan masyarakat Hindu di India.

Berdirinya negara Pakistan tidak terlepas dari gerakan-gerakan intelektual muslim India seperti Sir Sayyid Ahmad Khan yang mereformasi pendidikan dan intelektual-agama serta ambisinya dalam mewujudkan suatu politik yang terpisah. Selain itu muncul beberapa gerakan Islam di India yang memobilisasi umat muslim, seperti gerakan Mujahidin yang dipimpin Sayyid Ahmad Syahid dan gerakan Deobandi yang dipimpin Qasim Nanautvi serta Maulana Mahmud Al-Hasan (Ajid Thohir, 2011: 213).

Gerakan tersebut memiliki tujuan yakni jihad bersenjata sebagai upaya memulihkan politik muslim di India. Sedangkan gerakan Deobandi mencoba mempertahankan warisan Islam peninggalan kesultanan Mughal India.

Pada tahun 1906 beberapa kaum intelektual muslim mendirikan organisasi politik bernama All-India Muslim League atau Liga Muslim se-India di kota Dhaka dengan tujuan yakni memperjuangkan kepentingan agama, budaya, politik, serta ekonomi kaum muslim India. Liga Muslim ini dipimpin oleh Muhammad Ali Jinnah yang sadar bahwa kaum muslim India tidak memperoleh jaminan ihwal agama, budaya, dan politik pasca kemerdekaan dari Inggris.

Gagasan pemisahan kaum muslim India dimulai oleh penyair Urdu terkenal Muhammad Iqbal, yang dalam pidatonya pada tahun 1930 untuk Liga Muslim, ia menawarkan visinya untuk membentuk suatu negara Islam yang terpisah dari India.

Baca Juga  Perkembangan Islam di Jepang pada Abad Ke-19 hingga Sekarang

Hal ini ditindaklanjuti pada tahun 1940 ketika Liga Muslim India mengadakan rapat tahunan yang diadakan di kota Lahore London. Pertemuan ini membahas terkait rencana pembentukan negara Pakistan sebagai negara yang berlandaskan Islam dan berpisah dengan India yang mayoritas beragama Hindu (Gana Priatna, 2017: 63).

Dari pertemuan ini keputusan sidang menyetujui sepenuhnya terkait rencana pembentukan negara Pakistan. Dalam keputusan ini belum dirincikan mengenai letak-letak, batas daerah, serta corak pemerintahannya tetapi hanya para anggota sepakat untuk membentuk negara sendiri dan menyetujui bahwa negara tersebut akan diberi nama Pakistan.

Nama “Pakistan” disodorkan oleh seorang mahasiswa bernama Chaudhry Rahmat yang dalam bahasa Urdu berarti “tanah murni,” namun juga merupakan sebuah akronim, yaitu “P” untuk Punjab, “A” untuk Afghania, “K” untuk Kashmir, “S” untuk Sind, dan “TAN” untuk Balochistan (Gana Priatna, 2017: 62).

Pada tahun 1942 ketika Inggris berjanji memberikan kemerdekaan kepada India, Partai Kongres India segera membentuk pemerintahan sementara. Muhammad Ali Jinnah dan lima orang liga muslim lainya turut serta dalam pemerintah sementara ini.

Pasca Perang Dunia II berakhir, Inggris berencana memberikan kemerdekaan kepada India, hal ini karena ekonomi Inggris sedang lemah akibat Perang Dunia II. Apabila Inggris terus-terusan mengelola wilayah seluas India maka yang dikhawatirkan ekonomi Inggris yang semakin memburuk karena diperlukan biaya yang tidak sedikit. Hal ini berbuntut pada tahun 1946 tepatnya bulan Maret, ketika Inggris mengumumkan terkait pemberian kemerdekaan kepada India. Inggris juga menyatakan bahwa India diberikan kemerdekaan selambat-lambatnya pada tahun 1948.

Pada tanggal 14 Agustus 1947, pemerintah Inggris akhirnya menyerahkan kedaulatan kepada dua konstitusi yaitu India dan Pakistan berdasarkan pemberian kemerdekaan, konstitusi Pakistan resmi dibuka pada tanggal 15 Agustus 1947.  Pakistan resmi lahir sebagai Negara Islam India dan Muhammad Ali Jinnah diangkat sebagai Gubernur Jendral Pakistan.

Baca Juga  Perbedaan Nasionalisme Jepang dan Cina Sekitar Abad ke-20

.

Penulis: Adien Tsaqif

Editor: Fastabiqul Hakim