Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang adalah kerajaan islam kedua di Jawa sebagai lanjutan dari Kerajaan Demak yang telah runtuh masa kejayaannya.

Kerajaan tersebut berada di pedalaman Jawa Tengah, tepatnya di daerah Pajang. Pada awalnya berdiri pada tahun 1549. Raja pendirinya yaitu Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya, gelar ini diberikan oleh Sunan Giri.

Nama Pajang dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit karena pada abad ke-14 Pajang telah disebutkan dalam Kitab Negarakertagama di mana salah seorang adik perempuan Hayam Wuruk sebagai penguasa Pajang bernama Dyah Nertaja bergelar Bhatara I Pajang (Bre Pajang) (I Ketut Riana, 2009: 65).

Nama dari adik Hayam Wuruk tersebut adalah Dyah Nertaja yang merupakan ibu dari Wikramawardhana yang merupakan raja setelah Hayam Wuruk (Dede Maulana, 2015: 3).

Runtuhnya Kerajaan Demak juga menandai akhir dari Hegemoni Maritim di Jawa hal ini disebabkan pemerintahan Pajang merupakan kerajaan agraris yang terletak di pedalaman sehingga tidak memiliki pelabuhan ataupun angkatan laut.

Kerajaan Pajang merupakan kerajaan Islam yang berpusat di Jawa Tengah sebagai lanjutan dari Kerajaan Demak. Keberadaan Kerajaan Pajang belum begitu diperhatikan karena Kerajaan Majapahit masih berkuasa, walaupun pemerintahanya tidak begitu lama namun Kerajaan Pajang pernah berkuasa.

Setelah keruntuhan Kerajaaan Majapahit pada abad akhir 17 dan awal 18 para penulis kertasura menuliskan asal usul Kerajaan Pajang.

Kerajaan Pajang didirikan oleh Jaka Tingkir yang terletak di pengging yang dulunya dipimpin oleh Ki Ageng Pengging selaku Bupati yang kemudian dihukum mati karena dianggap memberontak terhadap Demak.

Putranya yaitu Jaka Tingkir setelah dewasa justru menjadi seorang tamtama di Kerjaan Demak di bawah pemerintahan Sultan Trenggana, karena keahlianya dijadikan menantu oleh Sultan Trenggana (Ricklefs, 1991: 175).

Baca Juga  Serangan Umum Surakarta 1949: Ketika para Pelajar Berjuang Angkat Senjata

Setelah wafatnya Sultan Trenggana terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga antara Raden Mukmin bergelar Sunan Prawoto dengan Pangeran Sekar Sedolepan, setelah Sultan Trenggana digantikan Sunan Prawoto.

Ia dibunuh oleh Rangkud orang suruhan Arrya Penangsang dari Jipang tahun 1549 namun kemudian ia terbunuh dalam pertempuran melawan laskar Jaka Tingkir ipar dari Sunan Prawoto (Poesponegoro dan Marwati Djoened, 2008: 55).

Jaka Tingkir sebagai adipati Pajang kemudian menjadi Raja Demak bergelar Sultan (H)Adiwijaya yang kemudian memindahkan kekuasaannya ke Pajang dan memerintah pada tahun 1568-1582 yang menjadi pendiri dan raja pertama Kesultanan Pajang disahkan oleh Sunan Giri yang kemudian mendapat pengauan  dari seluruh kadipaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sultan Pajang mulai melakukan perluasan kekuasaan antara lain Jipang dan Demak sendiri mengakui kerajaan Pajang, kemudian memperluas pengaruhnya ke daerah pesisir utara seperi Pati, Jepara, ke arah barat hingga Banyumas (Poesponegoro, Marwati Djoened: 2008, 55).

Ada 3 raja pernah memimpin Kerajaan Pajang yaitu Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) pada tahun 1568-1582, Arya Pangiri pada tahun 1583-1586, dan Pangeran Benawa.

Penulis: Alif Danarto, Anita Karlina, Erinna Safira