Sejarah Singkat Berdirinya VOC

Sejarah singkat berdirinya VOC

VOC adalah suatu persekutuan kongsi dagang Belanda sebagai hasil fusi antar kongsi yang telah ada, secara resmi terbentuk di Amsterdam pada 20 Maret 1602.

Kongsi dagang Belanda ini diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie atau dapat disebut dengan Kongsi Dagang Hindia Timur.

Adapun tujuan terbentuknya VOC ini untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar sesama kelompok pedagang Belanda yang telah ada dan untuk memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan cara pedagang negara lain.

VOC dipimpin oleh sebuah dewan yang beranggotakan 17 orang, sehingga disebut Dewan Tujuh Belas (de Heeren XVII). (Wahyudi, 2017: 2)

Jalan laut ke arah Timur dilakukan bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 karena berhasil memperoleh peta dan informasi ke Timur dari bangsa Italia (Venesia) yang banyak berjasa membuat peta ke Timur yang kemudian juga digunakan oleh bangsa Portugis.

Sebab itulah sejak tahun 1595 kapal-kapal Belanda mulai  berdagang di Banten dan Sunda Kelapa. Perdagangan ini dipelopori oleh para pedagang kota Amsterdam yang mendapat lisensi dari wali kotanya untuk memegang moniopoli perdagangan antara Amsterdam dan Asia.

Daerah Zeeland di selatan juga membentuk perusahaan pelayaran niaganya. Tidak lama kota-kota lain pun berlomba-lomba membentuk perusahaan pelayaran niaga dengan lisensi dari wali kota masing-masing.

Karena banyaknya perusahaan pelayaran niaga yang mengklaim memegang monopoli perdagangan antara kota masing-masing dengan Asia dengan sendirinya menimbulkan persaingan ketat.

Persaingan ini terutama terjadi pada penentuan harga jual remapah-rempah yang diangkut dari Asia, khususnya Nusantara. Persaingan yang mengakibatkan merosotnya keuntungan ini menyebabkan pihak Amsterdam dan Zeeland memutuskan untuk menyatukan semua perusahaan.

Dengan bantuan dari pemerintah masing-masing, dan intervensi keliuarga Orange (Pangeran Mauritz), maka pada tanggal 20 Maret 1602 Staten General mengeluarkan surat izin (Octrooi) pada sebuah perushaaan yang dinamakan Verenigde Oostindische Compagnie (Serikat Perusahaan Dagang di Asia Timur). Octrooi tersebut berlaku selama 21 tahun dan dapat diperbarui seterusnya.

Baca Juga  Sebelum 8 Maret 1942 di Kalijati

Keberhasilan ekspedisi Belanda pada saat melakukan perdagangan rempah-rempah berhasil mendorong pengusaha-pengusaha Belanda lainnya untuk berdagang ke Indonesia.

Akibatnya menimbulkan terjadinya persaingan antara pedagang Belanda. Selain itu mereka juga mengadapi persaingan dengan bangsa Eropa lainnya yaitu Portugis, Spanyol, dan Inggris.

Atas prakarsa dari dua tokoh Belanda yaitu Pangeran Maurits dan Johan van Olden Barnevelt, pada tahun 1602 kongsi dagang Belanda bersatu menjadi sebuah kongsi dagang besar yang diberi nama VOC (Vereenidge Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur.

Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602, VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang kemudian di kepalai oleh Francois Wittert.

Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah:

  • Menghindari persaingan tidak sehat di antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
  • Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persainbgan dengan bagsa-bangsa Eropa lainnya ataupun dengan bangsa dari Asia.
  • Membantu dana pemerintah Belanda yang berjuang menghadapi Spanyol yang pada saat itu masih menduduki Belanda.

Serikat perusahaan dagang itu dikelola oeh sebuah badan (Bewindhebbers) yang berjumlah sekitar 70 orang yang mewakili perusahaan-perusahaan lokal yang ada sebelumnya.

Para manager tersebut memilih 17 orang yang menjadi direksi. Modal perusahaan disetor setiap anggota penguurus perusahaan lokal ditambah dengan saham yang dapat dibeli oleh siapa saja.

Sampai VOC buabr tahun 1799, modal dasar yang pertama itu tidak pernah ditambah sehingga tambahan modal hanya bergantung penjualan saham.

Hambatan modal sangat terasa ketika VOC meningkatkan perdagangannya di abad ke-16. Kekurangan dana tidak memungkinkan VOC menurut biaya oenyediaan kapal dan midal dagang di Asia dari keuntungannya.