Sejarah Sistem Perdagangan Barter

Sejarah Sistem Perdagagan Barter

Dari zaman dahulu, perekonomian menjadi faktor yang sangat penting bagi keberlangsungan kehdupan masyarakat maupun negara.

Perekonomian ibarat faktor utama terjadinya keberlangsungan suatu sistem di negara.

Tak jarang, perekonomian menjadi hal yang sangat mudah mengguncangkan suatu negara jika terjadi permasalahan dalam sistem perekonomian.

Negara dengan perekonomian yang baik maka negara tersebut tergolong maju dan membawa negara menuju ke kemajuan megikuti zaman, dan sebaliknya negara yang perekonomiannya kurang baik maka negara tersebut tergolong negara berkembang bahkan miskin.

Karena perekonomian sangat.penting untuk keberlangsungan negara, maka peran pemerintah juga sangat penting untuk mmbuat kebijakan dalam menjaga perekonomian agar terus naik.

Perekonomian di Indonesia bahkan seluruh dunia terjadi sejak zaman dahulu. Masyarakat terdahulu sudah mengenal sistem perekonomian dengan cara berdagang.

Namun, perdagangan yang terjadi pada zaman dahulu masih tergolong sangat sederhana dan tradsional.

Sejak mengenal perdagangan, masyarakat menjadikan kegiatan perdagangan sangat penting karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perdagangan menjadi sangat diandalkan oleh masyarakat agar kehidupannya tercukupi dan mengalami kemajuan. Perekonomian pun menjadi berkembang karena banyak masyarakat melakukan perdagangan.

Uang menjadi bagian yang sangat penting dalam melakukan sistem perdagangan. Namun pada saat itu uang belum ditemukan dan masyarakat belum mengenalnya.

Oleh karena itu, perdagangan tersebut dilakukan dengan cara menukarkan barang yang dimiliki dengan barang seseorang yang dibutuhkannya.

Sistem perdagangan ini disebut sistem perdagangan barter.

Barang yang ditukarkan juga bervasiasi dan hanya barang tertentu yang bisa ditukarkan dengan kesepakatan bersama.

Meski terkadang secara finansial barang yang ditukarkan tidak seimbang, namun masyarakat tidak melihat nilainya namun melihat kebermanfaatan dari barang yang ditukarkan untuk keberlangsungan hidupnya.

Pada zaman dahulu sebelum ada uang sebagai alat pembayaran, manusia menggunakan cara yang disebut sebagai barter dalam memenuhi kebutuhannya.

Baca Juga  Keadaan Sosial Budaya Masyarakat di Sekitar Sungai Nil pada Zaman Mesir Kuno (3400-2475 SM)

Uang baru ditemukan pada tahun 1782, sehingga sebelum masa itu manusia menggunakan sistem barter dalam perdagangan.

Sistem barter pertama kali diperkenalkan kepada dunia pertama kali oleh suku Mesopotamia sekitar tahun 6000 SM, kemudian sistem perdagangan barter diadopsi oleh orang Fenesia dengan menukarkan barang-barangnya kepada masyarakat kota lain yang terletak di sebrang lautan sehingga terus menyebar. (Hadikusuma, 1993)

Hal ini didasarkan adanya bukti temuan dari tulisan-tulisan naskah kuno di sana.

Awal mula terjadinya perdagangan barter karena manusia menyadari akan kemampuannya unuk memproduksi barang sendiri ternyata tidakĀ  cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan adanya kesadaran ini akhirnya manusia mencari orang lain dan menukarkan barangnya masing-masing.

Barang yang ditukarkan juga bervariasi sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, manusia pada masa itu menganggap bahwa sister perdaganga barter ini menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan dan mendapat barang yang berkualitas dan bermanfaat untuk hidupnya.