Tragedi Chernobyl dalam Konstruksi Film ‘Chernobyl’

tragedi chernobyl

26 April 1986 pukul 01.23, sebuah reaktor nomor 4 PLTN di kota Pripyat, Ukraina meledak. Akibatnya inti atom terbuka dan isotop radioaktif dalam skala besar menyebar di seluruh kawasan Uni Soviet dan Eropa Utara. Setidaknya ada ribuan orang lebih meninggal akibat bencana Chernobyl. Tidak hanya itu, ratusan ribu orang harus terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya yang berada kedalam zona eklusif. Mereka harus dievakuasi ke tempat yang jauh dari paparan radiasi. Beberapa hewan yang tinggal di zona eklusif mengalami kelainan fisik dan pohon-pohon menjadi tumbuh lebih lambat akibat paparan radiasi.

Tragedi Chernobyl merupakan salah satu bencana nuklir yang besar dan mengerikan dalam sejarah umat manusia. Untuk mengenang para korban dan para pahlawan yang merelakan nyawanya guna evakuasi, mitigasi, dan investigasi bencana tersebut, HBO yang berkolaborasi dengan Sky Studio merilis mini serial berjudul Chernobyl dengan lima episode. Episode pertama dirilis pada 6 Mei 2019 di Amerika dan Inggris. Film ini ditulis oleh Craig Mazin dan disutradarai oleh Johan Renck serta dimainkan oleh beberapa Aktor dan aktris terkenal antara lain Jared Harris, Emily Watson, Stellan Skarsgård dan Jessie Buckley.

Chernobyl sukses meraih perhatian penonton, dilansir dari website IMDb Chernobyl berada di urutan ke-5 Top Rated TV Shows dengan rating yang tinggi yaitu 9,4. Chernobyl membuat takjub penontonnya karena mini serial tersebut menyajikan dengan jelas bagaimana tragedi Chernobyl bisa terjadi. Ditambah penonton juga bisa menambah wawasan sejarah tentang Chernobyl.

Film tersebut mengangkat Valery Legasov (Jared Harris) sebagai tokoh sentral, ia merupakan seorang ilmuan nuklir sekaligus wakil direktur Instintut Tenaga Atom Kurchatov. Legasov ditugaskan untuk mencari tahu penyebab reaktor RBMK nomor 4 meledak dan memitigasi dampaknya. Legasov dibantu oleh Boris Shcherbina (Stellan Skarsgård) seorang politikus Uni Soviet yang menjabat sebagai wakil ketua dewan menteri dan kepala Biro Bahan Bakar dan Energi. Ia juga dibantu oleh Ulana Khomyuk (Emily Watson) seorang ilmuan dari Institut Nuklir Byelorusia, Ulana Khomyuk merupakan tokoh fiktif  yang dibuat untuk mempresentasikan puluhan ilmuan yang bekerja keras membantu Legasov di Chernobyl.

Baca Juga  Biografi Christian Snouck Hurgronje, Tokoh Orientalis Asal Belanda

Lebih dari 600.000 orang dikerahkan untuk mengabdi di zona eksklusif guna proses evakuasi dan penyelidikan bencana Chernobyl. Valery Legasov dan Khomyuk harus bekerja keras dalam mengungkap fakta meledaknya reaktor nuklir nomor 4. Legasov dan Khomyuk juga harus berhati-hati karena kerja mereka dimata-matai oleh KGB sebuah intelejen utama di Uni Soviet, guna menjaga rahasia partai dan negara.

Proses investigasi dan evakuasi ini diwarnai dengan berbagai hambatan, mulai dari resiko bocornya reaktor nuklir yang tersisa, hingga tingkat radiasi yang tinggi yaitu 400 kali radiasi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Mereka yang bekerja dalam proses evakuasi harus rela terkena paparan radiasi nuklir yang mengancam kesehatan hingga nyawa mereka.

Ulana Khomyuk yang membantu Legasov dalam investigasi Chernobyl harus susah payah dalam mencari data dan fakta penyebab terjadinya ledakan di reaktor 4. Khomyuk mewancarai beberapa pekerja yang bertugas saat ledakan terjadi, kebanyakan dari mereka sudah sekarat dan meninggal karena paparan radiasi nuklir.

Hingga akhirnya persidangan kasus tersebut dilaksanakan, Viktor Bryukhanov (Con O’Neill) direktur PLTN Chernobyl, Nikolai Fomin (Adrian Rawlins) kepala teknisi, dan Anatoly Dyatlov (Paul Ritter) wakil kepala teknisi menjadi terdakwa dalam persidangan tersebut. Persidangan juga menghadirkan Valery Legasov, Ulana Khomyuk, dan Boris Boris Shcherbina sebagai saksi ahli.

Ketiga saksi tersebut bersaksi rentetan bencana Chernobyl terjadi. Ia menjelaskan bahwa bencana meledaknya reaktor 4 PLTN Chernobyl bermula dari tes keamanan. Tiga tahun sebelum kejadian bermula, Victor Bryukhanov menandatangani sertifikat yang menyatakan bahwa pembangunan PLTN Chernobyl telah selesai, tetapi dokumen tersebut ialah sebuah kebohongan. Syarat dokumen tersebut tertandatangani adalah bahwa semua tes harus berhasil, tetapi ternyata masih tersisa satu tes lagi yaitu tes keamanan reaktor. Barulah pada tanggal 26 April 1986 tiga tahun setelah pembangunan reaktor, Bryukhanov meminta kepada Fomin dan Dyatlov untuk melaksanakan tes keamanan.

Baca Juga  Berbagai Masalah yang Muncul Pasca Kamboja Merdeka

Dalam tes ini reaktor dikondisikan dalam daya rendah untuk simulasi pemadaman. Dyatlov ditugaskan untuk mengawasi tes tersebut. Dyatlov menyuruh para pekerja di ruang kendali untuk menjalankan tes. Para pekerja tersebut tidak tahu tentang tes tersebut. Parahnya lagi, mereka masih pekerja yang tergolong baru dan masih amatir. Tetapi Dyatlov tidak peduli, Dyatlov menyuruh para pekerja yaitu Akimov dan Toptunov di ruang kendali  untuk menjalankan tes sesuai perintahnya.

Dyatlov menyuruh Akimov dan Toptunov menurunkan daya ke 700 MW. Tetapi penurunan daya tersebut gagal karena reaktor keracunan xenon, daya menjadi turun drastis dan reaktor hampir mati. Dyatlov menyuruh Akimov untuk segera menaikan daya, tetapi Akimov menolaknya karena itu beresiko dan prosedurnya harus menunggu 24 jam untuk menaikan daya. Tetapi Dyatlov keras kepala, dia ingin menaikan daya saat itu dan ingin memulai tes segera. Akimov menuruti perintah Dyatlov dan ia menarik tuas kendali untuk menaikan daya, padahal tuas kendali berfungsi sebagai rem reaktivitas.

Akhirnya daya mulai naik, tetapi kenaikan daya ini drastis. Akimov berusaha menatikan reaktor dengan cara menekan tombol AZ-5, tetapi usahanya tersebut malah menjadi petaka. Daya meningkat semakin drastis dan reaktor nomor 4 menjadi bom nuklir, akhirnya pada pukul 01.23 ledakan terjadi. Mereka semua tidak tahu tombol AZ-5 yang berfungsi mematikan reaktor malah menjadi penyebab ledakan.

Legasov menjelaskan mengapa tombol AZ-5 yang berfungsi untuk mematikan reaktor, malah menjadi penyebab ledakan. Ia menjelaskan bahwa tombol AZ-5 berfungsi sebagai rem reaktor yaitu sebuah tuas yang terbuat dari boron. Tetapi ujungnya terbuat dari grafit yang justru mempercepat reaktivitas. Alasanya ialah Uni Soviet membuat reaktor yang tidak seperti di negara barat, Uni Soviet membangun reaktor tetapi tidak dilengkapi sistem pengaman dan membuat reaktor dengan biaya yang lebih murah. Pernyataan Legasov ini membuat Uni Soviet marah, karena Legasov telah membuka kebohongan Uni Soviet.

Baca Juga  Simbol Bulan Sabit dan Kaitannya dengan Peradaban Islam

Valery Legasov bunuh diri pada 27 April 1988, tepat dua tahun setelah bencana Chernobyl. sebelum bunuh diri, ia membuat rekaman suara tentang fakta-fakta bencana yang selama ini disembunyikan. ia ditekan secara politik untuk menutupi rahasia nuklir Soviet dalam laporan resmi ke IAEA. Para operator PLTN bahkan tidak diberitahu soal kecelakaan-kecelakaan sebelumnya dan kelemahan rancangan reaktornya. Menurut film tersebut, salah satu alasan ia bunuh diri adalah ia tidak mengungkapkan faktor-faktor tersebut di Wina, ia dibungkam saat hendak mengungkapnya di kemudian hari, dan kariernya berantakan akibat pengungkapan ini.

Tidak hanya mendapat pujian, film ini juga mendapat berbagai macam kritikan antara lain pertanyaan historis yang masih belum terjawab dalam film ini. Juga film ini dianggap terlalu menyudutkan Uni Soviet, yang mana dalam film tersebut digambarkan seperti proses evakuasi yang lama dan pihak Uni Soviet yang terus menutupi soal bencana tersebut.

.

Penulis: Adien Tsaqif

Editor: Adien Tsaqif