Upaya Daendels dalam Memperbaiki Pemerintahan Hindia Belanda

Upaya Daendels dalam Memperbaiki Pemerintahan Hindia Belanda

Daendels mendapat suatu masalah yang cukup serius yaitu korupsi. Korupsi pada masa Hindia Belanda sudah mendarah daging dalam pemerintahan Hindia Belanda.

Untuk mengatasi hal tersebut, Daendels menerapkan beberapa kebijakan di antaranya yaitu pertama pejabat pemerintah dilarang untuk berdagang, kedua pejabat pemerintah dilarang untuk menerima uang berupa suap atau apapun itu, ketiga menaikkan gaji para karyawan, keempat akan dihukum mati apabila ketahuan bagi pegawai pemerintahan yang mengkorupsi asset-aset negara.

Daendels berpendapat bahwa korupsi dapat terjadi akibat rendahnya gaji pegawai saat itu.

Pada zaman VOC para bupati tidak mendapatkan upah atau gaji melainkan hanya diberikan sebidang tanah. Untuk mengatasi hal itu, Daendels menerapkan kebijakan baru yaitu mengatur pemberian gaji kepada para pegawai pemerintahan.

Selain itu beliau juga kejam terhadap pelaku korupsi dengan memberikannya hukuman mati apabila kedapatan mengkorupsi asset-aset negara.

Alhasil, Daendels berhasil mengurangi korupsi dengan menimbulkan rasa takut kepada para pegawai dan pejabat pemerintahan. Cara-cara yang dilakukan Daendels memang sekilas terlihat sangat kejam dalam upaya pemberantasan korupsi demi memperbaiki perekonomian negara pada saat itu.

Namun, dengan cara inilah terbukti berhasil dan efektif bahwa tidak sedikit dari para pegwai dan pejabat yang akan mikir dua kali untuk melakukan korupsi sebagai nantinya jika mereka kedapatan mencuri asset negara maka hukuman mati telah menanti mereka.

Seperti yang telah kami sebutkan di atas bahwa pada masa pemerintahan Daendels berhasil membuat Jalan Raya Anyer sampai Panarukan.

Jalan yang panjangnya sekitar 1000 km ini dibangun dalam rangka mendukung mobilitas militer, terutama guna menjaga pos-pos pertahanan penting di sepanjang pantai utara Jawa.

Tidak hanya memberikan keuntungan di bidang militer saja, tetapi pembangunan Jalan Anyer-Panarukan juga membawa arti penting bagi mobilitas ekonomi, sosial, bahkan politik.

Baca Juga  Sejarah Berdirinya Partai Komunis Australia

Dalam bidang ekonomi misalnya, semakin banyak hasil produk kopi dari pedalaman Priangan yang diangkut ke pelabuhan Cirebon dan Indramayu (sebelumnya tidak pernah terjadi dan produk itu membusuk di gudang-gudangkopi Sumedang, Limbangan, Cisarua dan Sukabumi). Dalam bidang perhubungan misalnya,transportasi menjadi semakin mudah dan lancar.

Jarak antara Surabaya-Batavia yangsebelumnya ditempuh 40 hari bisa dipersingkat menjadi 7 hari. Hal ini sangat bermanfaat bagipengiriman surat yang dikelola oleh dinas pos.

Mulai sejak saat itulah, nama jalan raya proyek Daendels ini dikenal dengan nama “Jalan Raya Pos”.

Prestasi terbesar Daendels (1808-1811) adalah upaya pembaharuan dalam rangka memberantas bidang administrasi yang tidak efisien dan korup yang diwariskan oleh Kumpeni.

Daendels sangat berjasa dalam rangka menyederhanakan dan memuasatkan pemerintahan di Batavia dan juga mengakhiri pemisahan administrasi dari Pantai timur laut Jawa yang selama ini sangatlah bebas dan korup.

Dalam posisinya sebagai Gubernur Jenderal, Daendels berhasil memperbesar kekuasaannya dengan menghapus dan juga berhasil mengambil alih berbagai jabatan. Ia mulai memindahkan kantor-kantor pemerintahan dari Batavia ke Weltervreden yang lebih sehat.

Ia telah meratakan jalan bagi penyelenggarakan suatu pemerintahan yang baik, meskipun dia sendiri tak lepas dari sikap tamak dan sewenang-wenang.

Dalam administrasi provinsi didirikan kantor-kantor baru untuk urusan khusus seperti untuk mengawasi penanaman kopi dan hutan jati.

Diadakan reorganisasi di dalam pemerintahan Eropa dan pengadilan. Jabatan gubernur dihapuskan dan administrasi pemerintahan provinsi dipercayakan kepada para perfek dengan kekuasaan yang lebih besar dan langsung bertanggung jawab kepada Gubernur Jenderal.